Minggu, 27 Desember 2009

Kedudukan Ash-Shaytan berkenaan dengan sifat manusia dan kehidupan psikisnya

Abu Bakar Ibnu Abi Syayba mengatakan bahwa Yunus Ibnu Muhammad telah melaporkan dari Hammad Ibnu Salamah, dari Tsabit, dari Anwar yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda ,"ketika Allah telah menciptakan Adam disurga, Allah mewariskan apa yang ingin Dia wariskan. Kemudian Iblis mulai berjalan-jalan disekelilingnya untuk melihat apakah dia itu. Dan ketika Iblis melihat bahwa Adam adalah makhluk yang berlubang, tahulah dia bahwa Adam telah diciptakan sebagai suatu makhluk yang tidak dapat menahan dirinya sendiri."

Dari waktu penciptaan, manusia didalam dirinya terlihat memiliki benih-benih kerusakan, selain itu Iblis mengetahui kelemahan bawaan ini dan memutuskan untuk menggalinya. Karena itu, dia akan menunggu semua laki-laki dan perempuan pada saat kelahiran, maka ketika mereka mulai dilahirkan, Iblis akan mencocok mereka tepat di lambungnya, memberi rangsangan pada mereka dan mulai menciptakan perangkapnya. Inilah sebabnya mengapa seorang anak kecil menangis pada saat dilahirkan. Dalam seluruh sejarah umat manusia hanya dua pengecualian yang telah dibuat untuk aturan ini- 'Isa dan ibunya Maryam.

Abu Bakar Ibnu Syayba mengatakan bahwa 'Abdul A'la melaporkan dari Ma'mar dari Az-zuhri dari Sa'id dari Abu Hurayrah yang berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda,"Tak ada seorang anak pun yang lahir tanpa setan (Ash-Shaytan) mencocok dirinya. Kemudian anak itu mulai menangis karena rangsangan setan tersebut kecuali putera Maryam dan ibunya......."

Kedekatan keterlibatan antara setan dan umat manusia teruji dengan adanya kenyataan bahwa semua dari ketiga ahli hadist tersebut menyebutkan hadist yang sama, ketika membahas tentang hubungan yang erat ini. Gambaran yang digunakan untuk menyampaikan keberadaanya yang bersifat menyebar dalam diri manusia tidak dapat diterjemahkan dengan mudah. Seolah-olah setan telah menjadi watak kedua bagi seseorang, sebab setan telah menyebar dan menjadi bagian dari aliran darah manusia. Untuk membersihkannya akan memerlukan pembersihan-diri yang total, karena setan bergerak sepanjang aliran darah. Untuk tetap dapat bertahan hidup berarti dengan mengetahui bahwa setan berada dalam bagian yang paling penting dari seseorang.

Suatu ilustrasi dramatis dari keseriusan tindakan, yang dengannya orang-orang muslim dapat memperlakukan kekuatan setan terhadap dorongan-dorongan batin dan proses psikis manusia, terdapat dalam kehidupan pribadi Muhammad. Muhammad adalah manusia dan oleh karena itu seharusnya juga telah dicocok oleh rangsangan setan pada saat lahir. Namun bagaimana mungkin utusan Allah hal ini masih dapat tercemari?

Syayban Ibnu Farrukh mengatakan bahwa Hammad Ibnu Salamah telah mengatakan bahwa Tsabit Al-Bunani melaporkan dari Anas Ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. telah didatangi oleh malaikat Jibril ketika beliau sedang bermain dengan beberapa anak laki-laki. Dia (Jibril) menangkapnya, menghempasnya dan membelah dadanya. Dia melepaskan hatinya dan melepaskan dari hatinya itu sesuatu gumpalan. Dan dia berkata, "Inilah bagian setan yang ada padamu." Kemudian dia mencuci hati Muhammad dalam sebuah bejana es dengan air Zamzam. Dia kemudian membetulkannya dan meletakkannya kembali pada tempatnya.......Dan Anas berkata,"Aku biasa melihat bekas luka ini didadanya.

Keberadaan Ash-Shaytan didalam batin secara konkrit dipersonifikasikan dalam kehidupan orang-orang muslim dengan perantara dunia spiritual. Hadist menunjukkan fakta bahwa dalam setiap laki-laki ataupun perempuan memiliki pendamping setan atau jin tertentu. Bahkan Rasulullah Muhammad, yang batinnya sangat bersih, tidaklah terlepas dari itu. Kelebihan beliau adalah bahwa dengan bantuan Allah, setan pribadinya telah masuk kedalam agama islam dan karenanya hanya merupakan kekuatan untuk kebaikan selama hidupnya.

'Ustman Abu Syaba dan Ishaq Ibnu Ibrahim melaporkan bahwa Ishaq mengatakan bahwa, "Utsman telah berkata bahwa Jarir melaporkan dari Mansur, dari Salim Ibnu Abi'lja'd, dari bapaknya, dari Abdullah Ibnu Mas'ud yang mengataka bahwa Rasulullah bersabda, "Tak ada seorangpun diantara kamu yang tidak memiliki setan sebagai pendampingnya yang bertempat didalam batinnya." mereka berkata, "Dan engkau juga ya Rasulullah?" beliau berkata, "Bahkan aku juga, hanya saja Allah telah mendatangi pendampingku, menantangnya dan dia (setan) telah menjadi muslim. Sekarang ia hanya mendorongku untuk melakukan kebaikan."

Campur tangan roh-roh Ash-Shaytan yang senantiasa ada didalam kehidupan seseorang telah menjadi penjelasan rasional terhadap perubahan tingkah laku yang berubah-ubah secara periodik. Kemarahan yang tak terkontrol, misalnya terlihat sebagai hasil langsung dari intervensi setan, sehingga untuk meredakannya dapat dicapai dengan meminta perlindungan kepada Allah dari "setan yang terkutuk"

Tidak hanya penyimpangan mental, tetapi juga beberapa keanehan yang dilakukan manusia dapat diinterpretasikan sebagai sesuatu yang diinspirasikan atau yang mencerminkan keterlibatan manusia dengan dunia jin atau shayatin. Hadist menceritakan pada suatu kesempatan bahwa Nabi Muhammad saw. menangkap adanya pandangan seorang manusia yang bersifat menyerang ketika memburu seekor merpati. Komentar beliau; "Satu setan sedang memburu setan yang lainnya"

Ada lagi satu tahap akhir dari personofikasi dan eksteriorisasi setan yang masih bisa terjadi; Ash-Shaytan, setan itu sendiri, diberi kemampuan untuk terlihat dalam bentuk-bentuk manusia yang berbeda-beda. Karena itu dia bisa mendekati laki-laki atau perempuan siapa saja dalam cara yang tidak mengancam, secara diam-diam untuk meniupkan pikiran yang menyesatkan. Salah satu tipu daya setan yang paling halus adalah dengan cara mendekati seseorang dalam rupa manusia yang sedang mencari kebenaran agama. Dia bertanya-tanya tentang asal mula langit, dunia yang diciptakan, para penghuninya, dan tentang nabi-nabi serta Rasul Allah. Yang terakhir dia akan menanyakan, "Dan siapa yang menciptakan Tuhanmu?" Ketika menghadapi pembicaraan yang seperti ini kita harus segera meminta perlindungan kepada Allah.

Konfrontasi manusia dengan bentu-bentuk samaran setan tersebut mencapai intensitasnya yang paling tinggi tidak dalam kehidupan sadar manusia sehari-hari, melainkan didalam alam mimpi dan tidur yang setengah sadar. Kekuatan dunia roh terasa jauh lebih besar dari pada dalam keadaan terjaga karena setan dapat menjadikan dirinya menjadi sesuatu yang paling menakutkan dalam bentuk mimpi buruk.

Secara umum, hadist membedakan antara dua pengalaman tidur; al-hulm, mimpi yang sebagian besar merupakan hasil dari pengaruh setan, dan ar-ru'ya, bayangan atau pandangan batin yang diberikan oleh Allah. Perawatan terhadap al-hulm bersifat langsung, yaitu meludah tiga kali kekiri, ada juga yang menambahkan orang tersebut juga harus mengubah posisi tidurnya. Berbeda dengan al-hulm, ar-ru'ya sangat dihargai karena berhubungan dengan pengalaman kenabian dan berhubungan dengan penyingkapan kehendak Allah. Jadi ar-ru'ya sering menyingkapkan hal-hal yang merupakan konsekuensi bagi keadaan terjaga seseorang.

Yang bersifat melemahkan secara halus dari pada hantu-hantu kuburan dari al-hulm adalah kejadian-kejadian dimana setan membentuk mimpi dari seorang teman, kekasih atau anggota keluarga. Tak ada cara yang lebih baik untuk menyebabkan seseorang yang beriman menjadi sesat. Bahkan kelihatannya dapat dikatakan bahwa setan mampu memperlihatkan diri sebagai nabi-nabi Allah sendiri. Namun demikian, hadist telah memastikan masyarakat bahwa Allah akan memelihara keimana kepada-Nya dari tipu daya ini.

Abu Marwah Al-'Utsmani bercedrita dan berkata bahwa 'Abdul 'Aziz Ibnu Abi Hazim telah melaporkan dari Al-'Ala'Ibnu 'Abdurrahman dari bapaknya, dari Abu Hurayrah yang mengataka bahwa Rasulullah bersabda, "Dia yang melihatku dalam tidur sesungguhnya telah melihatku, karena setan tidak dapat menyamar bentukku."

Hadist sangat bersifat perseptif dalam pandangannya kedalam percabangan psikologis yang lebih luas dari mimpi-mimpi setan. Kekhawatiran terjadinya kepanikkan dan histeria kelihatannya mendasari larangan-larangan hadist terhadap hubungan dengan orang lain yang takut menghadapi setan dalam keadaan mimpi. Salah satu contoh yang berkaitan adalah sebuah hadist yang acap kali diulang-ulang tentang seorang manusia yang bermimpi kepalanya dipotong dan tubuhnya kerepotan mencari-cari kepalanya tersebut karena kepalanya menggelinding. Nabi Muhammad saw. meredakan ketakutan orang itu dengan menjelaskan bahwa inilah cara setan bermain dengannya. Yang lebih penting Nabi memperingatkan dia bahwa kegilaan seperti itu janganlah diperlihatkan kepada orang lain; "Jika setan bermain-main dengan seseorang dari kamu dalam mimpinya, dalam keadaan bagaimanapun juga jangan diceritakan tentang itu kepada orang lain." Sebagai perlindungan terhadap gangguan setan ini seseorang harus meminta perlindungan kepada Allah dan Firman-Nya.

Keterlibatan setan yang terakhir dengan manusia sepanjang malam patut disebutkan, walaupun hal ini tidak secara khusus melibatkan proses yang berhubungan dengan tidur. Orang yang beriman telah diingatkan oleh hadist untuk meminta perlindungan Allah dari gangguan setan ketika dia bersetubuh dengan istrinya. Yang lebih penting bantuan dan perlindungan Allah harus dimintakan jika tidak ingin setan membahayakan anak yang Allah akan berikan dari persetubuhan tersebut.

Tidak ada komentar: