Jumat, 11 Desember 2009

BAGAIMANA IBLIS BISA KOMUNIKASI DENGAN ADAM SEDANG IA TERUSIR DARI SURGA

Dalam konteks Al-Qur'an, hilangnya kesucian Adam dan Hawa sangat berhubungan erat dengan hawa nafsu akan kekuasaan dan keabadian serta demikian juga dengan datangnya kesadaran akan seksualitas kemanusiaan. Namun demikian ada ketidak sesuaiantertentu yang menyebabkan kebingungan diantara umat muslim. Misalnya bagaimana mungkin bagi Iblis untuk berkonfrontasi dengan Adam dan Hawa di dalam surga jika dia-iblis- telah dikutuk dan diusir dari surga.

Tak ada satupun teks standart tentang mitos yang lengkap. Terjemahan berikut mengandung bagian-bagian yang diambil dari tiga ahli tafsir(Ats-Tsa'labi, At-Tabari dan Ad-Diyarbakri) tentang masuknya iblis kedalam surga dan perangkapnya terhadap Adam dan Hawa.


Orang berkata bahwa ketika Iblis mendengar tentang masuknya Adam ke dalam Surga, dia menjadi dengki kepadanya dan berkata, "Terkutuklah dia! Aku telah beribadah selama beberapa ribu tahun dan Dia (Allah) tidak pernah memasukkan aku kedalam surga!" Dan kemudian dia (Iblis) membuat tipu daya untuk mengeluarkan Adam dari surga.

Iblis menempatkan dirinya di depan surga di mana dia telah membaktikan dirinya untuk mengabdi kepada Allah selama tiga ratus tahun sampai dia termasyur karena ibadahnya itu dan siapapun memandangnya karena hal itu. Dia (Iblis), melalui semua ini, tetap dalam keadaan terjaga sampai ada yang datang dari surga di mana melalui makhluk yang datang itu dia dapat berhubungan dengan Adam.

Dia (Iblis) tetap berada di pintu surga selama tiga ratus tahun. Selama waktu itu. Tuhan tidak membolehkan siapa pun datang dari surga. Sewaktu dia sedang berbuat demikian, tiba-tiba Tawus keluar mendatanginya. Dia (Tawus) adalah raja burung-burung surga. Ketika Iblis melihatnya, dia (Iblis) memanggilnya, "Wahai makhluk yang baik, siapakah engkau? Dan siapa namamu? Aku belum pernah melihat satu pun makhluk Allah yang lebih indah daripada engkau!" Dan Tawus menjawab, "Aku adalah salah satu burung-burung surga. Namaku Tawus." Kemudian Iblis mulai meratap. Tawus bertanya kepadanya, "Siapakah engkau? Dan karena apa engkau menangis?" Iblis menjawabnya, "Aku adalah seorang malaikat dari antara Cherubin. Dan aku menumpahkan airmata dalam kedukaan ini karena kecantikanmu akan mati dan demikian juga kesempurnaan sifatnya." Tawus bertanya kepadanya, 'Apakah semua yang aku lewati akan hilang dariku?"Dia (Iblis) berkata, "Tentu demikian. Sesungguhnya engkau akan mati. Semua makhluk akan mati kecuali mereka yang memakan buah dari pohon keabadian. Maka mereka akan menjadi sesuatu yang abadi di antara makhluk-makhluk." Tawus bertanya, "Baik, di manakah pohon itu?" Iblis menjawab, "Pohon itu ada di dalam surga." Tawus berkata, "Siapakah yang akan menunjukkan tempatnya kepadaku?" Iblis berkata, "Aku akan menunjukkannya kepadamu jika engkau bisa membawa masuk aku ke dalam surga." Tawus berkata, "Bagaimana aku dapat memasukkan engakau ke dalam surga? Tak ada jalan masuk ke dalamnya kecuali melewati malaikat Ridwan. Tak seorang pun yang dapat masuk atau meninggalkan surga tanpa izin darinya. Namun, aku akan menunjukkan kepadamu salah satu makhluk Allah Yang Maha Tinggi, yang akan membawamu masuk ke dalamnya. Jika ada yang dapat memasukkan engkau ke dalam surga, dialah satu-satunya, dia dan tidak lagi yang lainnya. Dia adalah pelayan dari wakil Allah Yang Tinggi, yaitu Adam. "Iblis bertanya, "Siapakah dia?" Tawus menjawab, "Sang Ular Naga." Iblis berkata, "Cepatlah menemuinya. Dan jika keberuntungan ada pada kita dalam pemahaman kita, barangkali dia akan mampu untuk melakukan hal ini."

Kemudian Tawus mendatangi ular itu dan menceritakan kepadanya tentang Iblis dan tentang apa yang telah dia dengar darinya. Dan dia (Tawus) berkata,"Aku melihat di pintu surga seorang malaikat dari Cherubin dengan karakter yang sedemikian rupa. Apakah engkau dapat memasukkan dia ke dalam surga sehingga dia dapat menunjukkan aku pohon keabadian?"

Ular naga itu cepat-cepat berlari ke arahnya. Dan ketika ular naga itu datang kepadanya, Iblis bercerita kepadanya dengan keras apa yang telah ia katakan kepada Tawus. Dan naga itu berkata lagi, "Bagaimana aku dapat memasukkan engkau ke dalam surga? Jika malaikat Ridwan melihatmu, engkau dapat menempatkan aku di antara kedua taringmu." Dia mengatakan, "Ya, baiklah!"

Setelah itu Iblis-semoga Allah mengutuknya-mengubah dirinya menjadi angin dan masuk ke dalam mulut ular itu. Kemudian si ular membawa Iblis ke dalam surga. Setelah Iblis memasuki surga, dia memperlihatkan padanya (si ular) pohon yang telah Allah larang bagi Adam. Dia terus berjalan sampai berdiri di depan Adam dan Hawa-semoga kedamaian dilimpahkan kepadanya berdua! Mereka berdua tidak menyadari bahwa dia adalah Iblis. Iblis mulai meratapi keluh-kesahnya yang membuat mereka berdua ikut sedih dan mulai ikut menangis (Dia adalah orang pertama yang pernah meratap). Mereka bertanya kepadanya, "Apakah yang telah membuatmu menangis?" Dia menjawab, "Aku menangisi kalian berdua, karena kalian akan mati dan akan terpisah dari kegembiraan dan kemuliaan yang sekarang kalian alami." Ratapan tersebut menyentuh hati mereka berdua dan mereka merenungkannya. Iblis menguraikan airmata dan kemudian meneruskan perjalanannya.

Setelah beberapa lama Iblis kembali kepada mereka karena kata-katanya telah menyentuh perasaan mereka. Dia berkata, "Wahai Adam, bolehkah aku menunjukkan padamu pohon keabadian dan kekuatan yang tidak akan membuatmu mati?" Dia (Adam) berkata, "Ya!" Iblis berkata, "Makanlah dari pohon ini, pohon kemakmuran." Adam menjawab, "Tetapi Tuhanku melarangnya bagiku." Iblis menyahut, "Tuhanmu telah melarangmu pohon ini hanya untuk mencegah engkau berdua menjadi golongan malaikat atau manusia yang abadi."

Adam menolak untuk menuruti perkataannya. Sehingga Iblis bersumpah dengan nama Allah bahwa dia hanya memberikan nasihatnya. Sumpahnya ini telah membodohi mereka kerena mereka tidak dapat membayangkan bahwa seseorang akan membuat sumpah yang bohong dengan menggunakan nama Allah. Hawa terdorong untuk segera memakan dari pohon itu. Dia mengatakan kepada Adam betapa indahnya begitu dia memakannya.

Setelah itu bagian-bagian aurat mereka telihat oleh mereka berdua. Adam menyembunyikan diri dalam lubang sebuah pohon. Kemudian Tuhannya memanggilnya, "Wahai Adam, di mana engkau?" Dia menjawab, "Aku disini Tuhan." Dan Tuhan berkata, "Terkutuklah bumi yang darinya engkau diciptakan sebagai seorang yang terkutuk..."

Tuhan menghardik Adam dan berkata kepadanya,"Mengapa engkau memakan dari pohon ini? Bukan aku telah melarang pohon ini untuk kalian berdua?" Dia menjawab, "Hawa membawanya kepadaku untuk memakannya." Tuhan berkata kepada Hawa, "Mengapa engkau memberinya untuk dimakan?" Dia (Hawa) berkata, "Seekor ular menyuruhku," Tuhan berkata kepada ular itu. "Mengapa engkau melakukan ini?" Dia berkata, "Tawus, telah menyuruhku." Tuhan berkata kepada Tawus, "Mengapa engkau melakukan ini?" Tawus menjawab, "Iblis telah menyuruhku," Sehingga Tuhan menghukum Iblis dan mengutuknya...

Tidak ada komentar: