Di ceritakan bahwa iblis terlihat oleh sekelompok Bani Israil. Mereka berkata kepadanya,"Perlihatkannlah status yang engkau miliki dalam keberadaan Allah Tuhan Yang Maha Tinggi, yaitu sama dengan posisi yang engkau miliki sebelum engkau membangkang kepada tuhanmu". Dia menjawab "Engkau tidak akan kuat melihat itu" Mereka tetap menggangunya sehingga dia memperlihatkan posturnya sebelum dia terkutuk. Ketika mereka melihatnya, melihat kerendahan hatinya dan kepatuhannya, mereka serasa mati-setiap orang dari mereka.
Namun, ibadahnya yang khidmad sebelum dikutuk kelihatannya tidak cukup kuat untuk menyentuh pertimbangan agar mendapat suatu pengampunan. Keluhannya tidak menggemakan apa-apa selain kutukan terhadapnya yang kejam.
Orang-orang bercerita bahwa iblis berteriak,"Wahai Tuhanku, Engkau telah mengutuk aku, Engkau usir aku dari surga, Engkau telah mengubah aku menjadi setan yang terkutuk, tercela dan terusir. Namun Engkau telah mengirimkan para utusan diantara anak-anak Adam. Engkau telah memberikan kitab suci yang diturunkan kepada mereka.
Siapa yang akan menjadi utusan bagiku?"
Allah menjawab,"Tukang RAMAL"
Iblis bertanya,"Apa yang menjadi naskah suci bagiku?"
"Tulisan cakar ayam yang dirajahkan"
"Dan apa yang seharusnya aku baca?"
"Bacaanmu adalah puisi-puisi"
"Dan siapa yang menjadi muadzinku?"
"Muadzinmu adalah pemain suling(musik)"
"Dan apakah mesjidku?"
"Masjidmu adalah pasar"
"Dan apa yang menjadi rumahku?"
"Rumahmu adalah kamar mandi"
"Dan apa yang merupakan makananku?"
"Makananamu adalah makanan yang tidak disebutkan nama-Ku"
"Dan apakah minumanku?"
"Minumanmu adalah apa saja yang mengandung alkohol"
"Dan apakah yang menjadi tempat perburuanku?"
"Tempat perburuanmu adalah KAUM PEREMPUAN"
Meskipun demikian, masa seribu tahun iblis dalam keadaan berserah diri yang khidmad jangan dilihat sebagai perbuatan yang sia-sia. Dengan menyandarkan pada mengingat nama Allah dari ibadah sebelumnya, iblis meminta sesuatu penangguhan sampai hari kebangkitan dan pengadilan akhir. Penangguhan tersebut diberikan. Namun demikian ada kelicikan, bahkan dalam keterangan yang penting; para ahli tafsir melihat suatu siasat oleh iblis untuk memastikan kehidupan abadi dan pembebasan dari siksaan neraka.
Setelah kebangkitan tidak akan ada lagi kematian apapun, karena pergolakan sudah terjadi. Jika iblis mempertahankan dirinya sampai hari kebangkitan, dia akan mengalahkan kecerdikan Tuhan. Namun tipu dayanya yang sering menimbulkan rasa belas kasihan ternyata mengalami kegagalan, Allah membolehkan hanya sampai tiupan sangkakala pertama yang akan mewartakan peristiwa kehancuran dunia. Iblis akan hancur bersamaan dengan yang lain, dan sebagai pengganti kehidupan abadi, ganjarannya adalah api neraka yang abadi, tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar