Kemanjuran Shalat dalam mempertahankan diri dari berbagai tipu daya setan secara tegas telah dinyatakan melalui hadist-hadist Muslim. Hanya dengan mendengar Adzan, setan akan menjadi sangat ketakutan dan akan bereaksi secara tiba-tiba, dia kemudian akan hilang lenyap ditelan angin. Shalat adalah suatu kesaksian sehari-hari dari ketaatan seseorang yang beriman kepada Allah yang dilakukan setiap hari dan merupakan penolakan terhadap bujukan setan.
Ibrahim Ibnu Al-Mustamirr Al-'Uruqi bercerita, "Ayahku mengatakan bahwa 'Ubays Ibnu Maymun mengatakan bahwa 'Awn Al-'Uqayli melaporkan dari Abu 'Utsman An-Nahdi, dari Salman yang berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Dia yang menghidupkan pagi harinya untuk shalat subuh, berarti dia hidup dibawah panji-panji keimanannya. Namun Dia yang menghidupkan pagi harinya untuk kegiatan pasar, berarti dia hidup dibawah panji-panji Iblis."
Oleh karena itu adalah kepentingan bagi setan untuk melemahkan hubungan yang penting tersebut antara Allah dengan manusia. Untuk mencapai tujuan itu, tak ada cara lain selain cara satu cara ini yaitu pelaksanaan shalat itu sendiri harus dihalangi.
Perginya setan ketika mendengar panggilan shalat hanyalah merupakan sebuah penyingkiran sementara, karena segera setelah itu ia kembali untuk membisikkan tipu daya. Individu-individu akan mengantuk dan lengah, dengan akibatnya bahwa hitungan dan urutan sujud serta bacaan shalat menjadi kacau. Ketika seseorang menemukan dirinya dalam kesukaran seperti ini tidak perlu ragu dan khawatir, hadist telah menganjurkan bahwa individu, jika lupa boleh saja mengerjakan dua kali sujud dan terus melanjutkan shalatnya. Pembentukan kesalahan yang kelihatannya sederhana ini telah benar-benar mengandaskan upaya-upaya setan untuk mengalihkan tujuan orang-orang muslim yang sedang mengerjakan shalatnya tersebut.
Gangguan setan terhadap shalat tidak terbatas hanya pada psikis atau jiwa seorang muslim saja, dalam hal ini kekuatan setan dengan sendirinya juga keluar. Hadist memperingatkan bahwa jika seseorang tidak mengerjakan shalat akan memungkinkan setan masuk kedalam dirinya dan menggangu pembacaan do'anya. Para pengganggu harus segera diusir, karena dia adalah anak buah setan. Selain setan dalam bentuk manusia, setan terkadang juga terlihat seperti seekor hewan, yang paling sering adalah dalam bentuk anjing yang berwarna hitam pekat. Apabila salah satu dari anjing-anjing itu mengganggu shalat seseorang, jelaslah ini merupakan tanda-tanda kehadiran setan.
Literatur hadist menunjukkan kehadiran setan pada tingkat-tingkat keberadaan manusia yang paling duniawi. Dia mendekati orang-orang yang beriman melalui setiap aspek kehidupan sehari-hari. Jika seorang muslim tidak mengucapkan asma Allah ketika masuk rumahnya, setan akan menjadikan rumahnya itu sebagai tempat tinggalnya sehari-hari, jika seseorang tidak menyebutkan asma Allah pada makanannya, maka setan akan menjadi tamu makan malamnya yang abadi.
Makan kelihatannya menjadi saat yang paling rentan. Seorang muslim harus menjaga diri jika tidak ingin dia dengan tidak sengaja meniru kebiasaan makan dan minum Ash-Shaytan. Dia terutama harus berhati-hati untuk tidak makan dan minum, mengambil atau memberi sesuatu dengan tangan kirinya. Karena tangan ini adalah tangan yang biasa digunakan oleh setan. Jika tidak sengaja makanan kita jatuh ketanah, sebaiknya makanan tidak dibuang semuanya. Ambillah dan buanglah hanya pada bagian yang kotor saja, sisanya sebaiknya tetap dimakan saja. Jika tidak demikian berarti kita telah tanpa sengaja memberi makana pada setan.
Campur tangan setan tidak hanya terjadi selama makan, tetapi dia juga mencoba untuk menyesatkan manusia agar mengkonsumsi apa saja yang telah dilarang berdasarkan hukum syariat.
Ibnu Abi 'Umar menceritakan dari Anas yang mengatakan, "Ketika Rasulullah saw. menangkap khaybar kami baru saja menangkap keledai ketika keledai-keledai keluar dari desa. Kemudian kami memasak beberapa darinya. Juru bicara Rasul mengatakan, 'Tidakkah Allah dan Rasul-Nya melarang ini bagimu? Karena sesungguhnya binatang ini adalah kotoran dari pekerjaan setan!" Pundi-Pundi dengan isinya terjatuh dan apa yang ada didalamnya berhamburan.
Perintah-perintah untuk mencegah kekotoran banyak terdapat dalam hadist, karena apabila terdapat kotoran maka seseorang akan dapat menemukan Ash-shaytan. Apa saja yang bertentangan dengan pekerjaan yang baik sebenarnya adalah juga pekerjaan setan seperti berjudi dan permainan-permainan lain yang membuang waktu adalah juga intervensi dari setan. Kata-kata yang dangkal, terutama syair adalah datang dari mulut setan.
"Bahwa seseorang yang perutnya penuh dengan nanah adalah lebih baik baginya daripada perutnya penuh dengan syair!"
Seorang muslim harus senantiasa memohon perlindungan dari Allah dan dalam hukum-Nya jiuka dia ingin terhindar dari perangkap-perangkap yang telah dibuat oleh setan untuknya setiap saat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar