BAIK BURUKNYA UMAT TERGANTUNG ULAMA
saudara-saudaraku, perlu kalian ketahui bahwa baik dan buruknya umat sangat tergantung pada baik dan buruknya ulama. Karena sesungguhnya golongan ulama ini adalah rahmat bagi umat manusia. Orang yang mengikuti ajaran mereka, maka akan berbahagia. Namun demikian diantara para ulama ada juga yang malah menjadi fitnah bagi umat, maka orang-orang yang mengikuti ulama golongan ini akan tersesat dan merugi.
Jika seorang alim beramal karena mengharap ridha Allah dan lebih memprioritaskan akhirat dari pada dunia, maka dia bisa dipastikan sebagai para pengganti tugas Rasul, pemberi nasehat umat dan orang-orang yang menyeru ke jalan Allah. Ulama-ulama seperti ini juga tergolong teman para nabi di atas mimbar. Mereka selalu menyayangi kerabat dekat dan orang-orang yang tidak memiliki hubungan sanak famili. Mereka itu juga sebagai rahmat Allah kepada umat dan senantiasa menyeru kepada jalan keselamatan. Barang siapa merespon mereka akan berbahagia dan barang siapa mengikuti jalan mereka akan sukses di akhirat nanti. Para ulama ini akan mendapatkan pahala orang-orang yang mengikuti seruannya. Banyak sekali atsar yang menjelaskan ciri-ciri dan sifat-sifat mereka.
Kami mendengar ada sebagian ulama yang membaca ayat Al-Qur'an berikut ini, "Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"
Ulama itu berkata,"inilah kekasih Allah, wali Allah dan orang pilihan Allah. Orang semacam ini merupakan penduduk bumi yang paling dikasihi Allah. Dia telah memenuhi panggilan Allah dan sekaligus mengajak manusia untuk memenuhi panggilan Allah tersebut. Dia beramal Shalih dan berkata "sesungguhnya aku termauk kaum muslimin."
Inilah khalifatullah yang hakiki.
Wahai saudaraku, ulama seperti inilah yang patut kita jadikan panutan, tauladanilah mereka niscaya kita akan mendapatkan kebahagi
FITNAH PARA ULAMA YANG MUNAFIK
Namun demikian wahai saudaraku, waspadailah bahwa ada sekelompok ulama yang lebih suka mendapatkan dunia dari pada akhirat. Mereka lebih memprioritaskan gemerlap dunia dari pada disisi Allah, gemar mengoleksi harta sebanyak-banyaknya, gila martabat dan popularitas. Ada juga orang beberapa orang alim dari umat ini yang mengikuti langkah mereka, dan lebih ironis lagi, tipe ulama semacam ini banyak sekali menyesatkan umat. Ulama seperti inilah yang yang menjadi fitnah terburuk bagi umat.
Mereka sengaja tidak memberi kritik kepada masyarakat supaya namanya tetap harum di mata mereka. Bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan kebaikan berupa janji Allah ketika mereka sendiri sangat hubbud-dunya. Mereka memperjual belikan ilmu dengan sangat murah. Mereka benar-benar orang yang merugi dan begitu buruk. Mereka akan menanggung dosanya sendiri dan dosa orang-orang yang mengikuti mereka. Mereka itulah orang-orang yang binasa dan juga membinasakan orang lain. Merekalah para penolong syetan dan para juru dakwah iblis. Semoga Allah meminimalisir orang-orang seprti ini dipermukaan bumi.
Rasulullah telah sinyal lampu kuning bagi orang alim yang memprioritaskan urusan duniawi. Rasulullah telah memperingatkan kita semua dengan sabdanya, "Para fuqaha'(ulama) itu adalah penerima amanah dari para Rasul, Selagi mereka belum masuk dalam urusan duniawi. Jika mereka telah terlibat dengan urusan duniawi, maka curigailah ajaran yang mereka bawa."
Rasulullah bersabda,"Umat ini akan selalu berada dibawah kekuasaan Allah dan perlindungan-Nya selama para Qari' dan umara'nya tidak berpetualang, selama orang-orang baiknya tidak menganggap bersih orang-orang buruknya, dan selama masih bisa dibedakan antara orang-orang shalih dan orang-orang durhaka dari kaum tersebut. Jika kesemuanya itu telah terjadi, maka Allah akan mengangkat perlindungannya dan menyerahkan kepada para penguasa zhalim. Para penguasa zhalim itu nanti akan menimpakan adzab yang sangat pedih pada mereka.
Rasulullah bersabda,"Kiamat tidak akan digelar sampai orang-orang yang amanah menjadi para pengkhianat dan para Qari' menjadi orang-orang yang fasik. Mereka tidak lagi memiliki wibawa.
Fitnah dan kezhaliman terus menyelimuti diri mereka. Mereka kebingungan sebagaimana orang-orang yahudi kebingungan di dalam kegelapan."
Kami juga mendapat informasi bahwa Rasulullah pernah ditanya: "Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang paling buruk?"
Beliau menjawab,"Semoga Allah mengampuni(mereka). Umatku yang paling buruk adalah ulama yang berperilaku tidak terpuji."
Kami telah mendengar berita bahwa sebagian sahabat adayang berkata;"Akan datang sebuah zaman pada umat manusia dimana masjid-masjid mereka terlihat semarak, namun yang dipraktekkan tidak sesuai dengan petunjuk agama. Hal itu disebabkan karena ulama mereka adalah orang-orang buruk yang masih dinaungi oleh langit."
Kami menerima berita bahwa Allah pernah menurunkan wahyu kepada nabi Daud,"Janganlah pernah kamu memusyawarahkan permasalahanmu dengan seorang alim yang dibuat mabuk hubbud-dunya, karena mabuknya itu akan menjauhkan dirimu untuk cinta kepada-Ku. Mereka sebenarnya adalah perampok-perampok hamba-Ku yang memiliki keinginan(untuk berjalan menuju keharibaan-Ku).
Kami mendengar ada sebagian ahli ilmu yang berkata:"Barang siapa mengenal Allah namun juga semakin bertambah senang terhadap dunia, maka dia akan semakin bertambah jauh dengan Allah.
Ada salah seorang ahli ilmu membicarakan masalah duduk bersama ulama, dia berkata:"Jika aku mau berbicara terus terang, maka duduk dengan sebagian ulama ada yang malah menimbulkan fitnah. Jika seorang alim telah terkena fitnah dunia, gandrung dan sangat cinta dunia, maka duduk bersamanya malah menimbulkan fitnah. Orang yang bodoh akan semakin bodoh dan orang yang durhaka malah semakin durhaka, bahkan ulama semacam ini juga bisa merusak merusak hati orang mukmin."
Ahli ilmu juga berkata:"Sesungguhnya ulama suu'(Ulama yang buruk) duduk dijalan Allah hanya untuk menghalangi hamba dari Allah." Setelah itu dia pun mencucurkan air matanya.
Kami mendengar bahwa 'Isa telah berkata,"Ulama suu' kelihatannya memang berpuasa, shalat dan bersedekah, namun mereka tidak mengerjakan apa yang telah diperintahkan dan mengajarkan sesuatu yang sebenarnya tidak mereka ketahui hakikatnya. Begitu buruk putusan yang mereka tetapkan. Taubat mereka hanya lips service(di bibir saja) dan sebuah angan-angan. Mereka berbuat berdasarkan hawa nafsu. Mereka tidak pernah merasa puas dengan mengotori tubuh dan hati kalian."
Dengan jujur aku katakan kepada kalian, jangan pernah kalian menjadi seperti ayakan, mengeluarkan tepung yang berkualitas bagus, namun meninggalkan sisa-sisa yang berkualitas buruk. Apakah kalian mau jadi seperti itu? Kalian mengeluarkan untaian-untaian hikmah dari bibir kalian, namun meninggalkan keburukan dalam dada kalian sendiri.
Wahai budak dunia, bagaimana mungkin akhirat bisa di capai oleh orang-orang yang tak pernah surut hasratnya terhadap dunia dan tak pernah habis ambisinya untuk mengejar materi rendah ini. Aku katakan bahwa sebenarnya hati kalian di uji oleh amal perbuatan yang kalian perbuat. Kalian telah menjadikan dunia dibawah kekuasaan lisan dan ilmu berada dibawah kaki kalian. Sejujurnya apa yang kalian ucapkan bisa merusak masa depan akhirat kalian sendiri. Kebahagiaan dunia lebih kalian sukai dari pada kesejahteraan akhirat. Manusia mana yang lebih merugi dibandingkan kalian? Andai saja kalian mengetahui hal ini dengan baik.
Saudara-saudaraku, demikian itulah gambaran ulama suu'. Mereka adalah syetan yang bertubuh manusia dan sumber fitnah bagi umat. Mereka lebih suka memiliki materi dunia, menomor duakan urusan akhiratdan merendahkan agama demi mendapat materi dunia. Di dunia mereka memang seakan makmur dan berjaya. Namun di akhirat nanti mereka menjadi orang yang merugi. Semoga kita semua mendapat perlindungan dari Allah SWT.
2 komentar:
alhamdulilah saya telah diberi ilmu
Ijin share
Posting Komentar