PEMBENARAN MENIMBUN HARTA ADALAH SALAH
Tidak ada dosa yang lebih besar dan kedurhakaan yang lebih nyata melebihi pembenaran menimbun harta. Dekatkanlah kalian kepada Allah wahai saudaraku. Janganlah kalian terperdaya oleh setan dan bala tentaranya yang berbangsa manusia. Jangan pernah percaya dengan argumentasi yang membenarkan dan mengesahkan penimbunan harta, karena mereka itu adalah orang yang sangat tamak terhadap dunia. Tentu saja mereka sengaja mencarikan klaim-klaim dan argumentasi pembenaran terhadap penimbunan harta benda.
Mereka berdalih bahwa sahabat Rasulullah juga ada yang memiliki harta benda melimpah. Mereka membenarkan usaha mengumpulkan harta dengan bersandar kepada aktifitas para sahabat agar bisa ditoleransi oleh masyarakat, padahal argumentasi mereka itu sebenarnya tipu daya setan, hanya sayangnya mereka tidak merasa kalau telah ditipu.
TIDAK BENAR BERARGUMEN PADA ABDUR-RAHMAN BIN 'AUF
Celakalah kamu wahai orang-orang yang memberikan fatwa dengan memperalat sahabat Abdur-Rahman bin 'Auf untuk mengesahkan usaha penimbunan harta, maka jelas-jelas itu tipu daya setan. Makhluk terkutuk itu telah menggunakan lisanmu untuk berbicara dengan tujuan agar kamu celaka. Sebab ketika kamu mengira bahwa para sahabat menginginkan harta untuk bersenang-senang dan bergaya hidup mewah, berarti kamu sama dengan telah melecehkan orang-orang terhormat dan menganggap mereka melakukan perbuatan yang tidak layak.
Kalau kamu sampai menyangka bahwa menimbun harta halal lebih utama dan lebih baik daripada meninggalkannya berarti kamu telah menuduh buruk Nabi Muhammad dan para Rasul yang lain. Kamu sama saja menganggap mereka tidak berzuhud sebagaimana yang kamu dan teman-temanmu lakukan . Kamu sama saja juga menuduh mereka itu orang-orang bodoh. Sebab kamu menganggap mereka menimbun harta benda sebagai mana yang kamu lakukan.
Kalau sampai kamu mengira bahwa menimbun harta halal lebih utama daripada meninggalkannya berarti kamu menuduh Rasulullah tidak memberikan nasihat dan tauladan kepada umat. Padahal beliau telah melarang umat untuk menimbun harta benda. Jadi kamu sama saja menuduh para Rasul tidak konsisten dengan ajaran yang disebarkan. Demi tuhan yang menciptakan langit, Kamu benar-benar telah mendustakan Rasulullah. Padahal beliau adalah penasehat sejati bagi umat, pemberi syafa'at dan sangat menyayangi mereka semua.
Jika kamu menganggap menimbun harta halal lebih baik dari pada meninggalkanya berarti kamu menganggap Allah tidak mengetahui kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Sebab Allah telah melarang mereka untuk menimbun harta benda. Atau dengan kata lain kamu menganggap dirimu lebih tahu dari pada Allah tentang keutamaan menimbun harta. Kalau begitu sudah keterlaluan kebodohanmu.
Wahai sekalian orang yang memberi fatwa, sadarilah tipuan setan yang telah menjerat dirimu. Yakni ketika makhluk terkutuk itu membujuk kalian untuk menggunakan sahabat Rasulullah sebagai argumentasipembenaran menimbun harta benda.
Kamu sama sekali tidak tepat menggunakan dalil penimbunan harta dengan merujuk kepada sahabat, sebab Abdur-Rahman bin 'Auf pada hari kiamat nanti tidak ingin didatangi harta dunia melebihi bahan makanan yang yang dibutuhkannya dalam sehari. Kami telah mendengar bahwa Rasulullah bersabda, "Tidak ada seorangpun yang kaya maupun yang fakir pada hari kiamat nanti kecuali ingin hanya didatangi oleh harta dunia berupa makanan(yang dia butuhkan pada hari itu) saja."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar