Minggu, 04 Oktober 2009

HARTA MENGANDUNG POTENSI KEHANCURAN

BAHAYA BESAR KARENA CINTA HARTA

Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya aku telah berhasil menemukan sesuatu yang menjadi lawan akhirat. Sesuatu itu juga menjadi perantara paling ampuh bagi syetan untuk menghancurkan umat dan menggoda mereka untuk mengabaikan batasan-batasan agama.

Pangkal kerusakan yang aku maksud adalah cinta dunia dan berambisi mendapatkan pangkat dan jabatan. Beberapa yang telah aku sebutkan merupakan sumber bencana dan pusat kebobrokan. Tidak heran kalau banyak sekali manusia yang tidak menunaikan hak-hak Allah dan mengabaikan batasan-batasan-Nya, baik berupa ibadah shalat, puasa maupun kewajiban lainnya.

Mencintai dunia dan kemegahannya bisa menggiring orang masuk ke dalam keharaman dan dosa. Bukan hanya itu, mereka juga akan sering kali meremehkan perintah dan larangan Allah. Kalau sudah demikian, mereka dengan terang-terangan berbuat kemungkaran dihadapan Allah dan terus menerus melakukan dosa besar. Tanpa sadar mereka telah menjerumuskan diri, padahal Rasulullah telah memperingatkan mereka untuk waspada pada fitnah dunia.

Kami telah mendengar sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
Sepeninggalku nanti pasti akan datang pada kalian dunia yang memakan keimanan kalian sebagaimana api membakar habis kayu bakar."

Rasulullah juga bersabda: "Tuhanku senantiasa berpaling dari dunia dan juga orang yang cinta dan merasa nyaman dengan dunia. Dia(berpaling dari dunia) sejak menciptakannya sampai hari kiamat nanti."

Rasulullah juga bersabda: "Hancurlah orang-orang yang suka menimbun harta. Kecuali orang yang mengatakan begini dan begitu dari samping kanan dsan kirinya(maksudnya mau menyedekahkan hartanya kepada orang lain). Namun yang demikian ini jumlahnya sedikit."

Kami juga pernah mendapat informasi bahwa Allah berwasiat kepada Nabi Musa sebagai berikut: "Wahai Musa, janganlah sampai kamu tunduk kepada hubbun-dunya. karena kamu tidak akan datang kepadaKu dengan membawa dosa yang melebihi besarnya dosa hubbun-dunya."

AL MASIH MEMBERI PERINGATAN BAHAYA DUNIA

Kami telah mendapat informasi bahwa Nabi Isa pernah berkata: "Wahai sekalian kaum Hawariyyun, menjadi orang kaya itu menyenangkan di dunia dan membahayakan di akhirat. Barang siapa yang hadir dan pergi karena kebenaran, maka akan aku katakan kepada kalian, bahwa tidak ada orang akya yang memasuki alam malakut dilangit."

Kami juga memdapat berita bahwa sebagian orang salaf ada yang berkata, "seandainya aku dikurung diatas istana sampai akhirnya binasa, pasti lebih aku sukai dari pada harus duduk bersama orang kaya."

Ada juga kaum salaf yang berkata,"Sesungguhnya kekayaan didunia memang menyebabkan mulia, namun di akhirat menyebabkan hina. Tulang rahang orang kaya(diakhirat nanti)akan tidak lurus dan air liurnya terus menetes."

Kami juga mendapat berita bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Rasulullah:"Golongan apakah dari umat anda yang paling buruk?" Rasulullah berkata:"(golongan umatku yang paling buruk adalah) orang-orang kaya."

DIALOG ANTARA MUSA DAN TUHANNYA PERIHAL DUNIA

Sungguh celaka orang yang hubbud-dunya. Mengapa orang-orang yang cinta terhadap dunia tidak memperhatikan kisah Nabi Musa yang pernah melintasi seseorang yang sedang menangis. Ketika beliau kembali dari urusannya, ternyata orang itu masih saja menangis, maka Nabi Musa berkata,"Wahai tuhanku, hamba-mu ini menagis karena merasa takut kepada-Mu." Maka Allah berfirman."Wahai Ibnu Imran, seandainya kewarasan orang itu hilang karena telah menangis dan dia juga mengangkat tangannya(untuk berdoa) sampai hancur, pasti Aku tidak akan mengampuninya. Karena dia adalah seorang yang memiliki sifat hubbud-dunya."

Tidakkahseorang memperhatikan firman Allah,"Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna dan mereka didunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah diakhirat itu apa yang telah mereka usahakan didunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?" (QS. Huud(11): 15-16)

Demikian nasib orang-orang yang mencintai dunia. Semoga Allah melindungi kami dan kalian dari sifat hubbud-dunya. AMIN.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

amin . .amin ya allah . . . .

teguh eka prasetiya mengatakan...

terima kasih atas ilmu yang diberikan kepada kita....semoga kita semua menjadi sadar..akan manfaat dan bahayanya harta bagi diri kita amin..