Saya telah melihat Amerika, melihat tanahnya dan langitnya, udaranya dan airnya, ternyata ia tak sama dengan tanah kita, langit kita, udara kita, dan air kita, karena ia tak memikul keimanan, kecintaan, dan harapan..............
Saya telah melihat Amerika; gemuruh suara pabrik-pabrik, kebisingan tempat-tempat kerja dan proses produksi, akan tetapi itu adalah teriakan tanpa makna dan suara tanpa kehidupan. Karena tak ada didalamnya keimanan, kecintaan, dan harapan............
Saya telah melihat Amerika; pesawat, mobil, pemanas, mesin pendingin, besi, dan alat-alat yang lainnya, akan tetapi ketenangan dan ketentraman dirampas, karena ia telah kehilangan keimanan, kecintaan, dan harapan................
Saya telah melihat Amerika; ternyata anjing disucikan, kucing dihormati, dan babi dimuliakan. Sedangkan alim adalah pekerja tanpa tujuan, Insinyur adalah pegawai tanpa maksud dan dokter bekerja tanpa keikhlasan dan pahala, karena sesat dari keimanan, kecintaan, dan harapan.............
Saya telah melihat Amerika; perempuan disembelih kehormatannya, rumah dihancurkan ke-iffahan-nya, masyarakat diguncang ideologi-ideologinya, karena mereka tak memperbaiki keimanan, kecintaan, dan harapan.............
Saya telah melihat Amerika; kumpulan ternak tanpa penggembala, kendaraan tanpa sopir, dan kapal tanpa nakhkoda. Kezhaliman-kezhaliman mereka diatas kezhaliman yang lainnya, karena Amerika tak menghidupkan keimanan, kecintaan, dan harapan...........
Saya telah melihat Amerika; ternyata hal yang membuat manusia takjub, malah membuatku marah. Hal yang membahagiakan mereka malah membuatku sedih. Dan hal yang membuat mereka suka cita malah membuatku resah. Karena saya tidak melihat keimanan, kecintaan, dan harapan...............
Saya tidak melihat keimanan kepada Allah SWT sebagai Tuhan, kepada Islam sebagai agama, dan kepada Muhammad Saw sebagai Rasul.
Saya tidak melihat keimanan dan keutamaan, kebaikan, keadilan dan keselamatan.
Saya tidak melihat kecintaan untuk tujuan-tujuan yang baik, ideologi-ideologi orisinil, dan akhlak-akhlak yang indah.
Saya tidak melihat kecintaan bagi orang-orang yang berhak mendapatkannya, untuk Yang Maha Pengampun lagi Maha Pencipta, Maha Murah lagi Maha Pemberi Rezeki, dan yang mempunyai kekuatan kokoh. Untuk Musthafa al-Hadi Rahmat lil Alamin, dan cahaya yang menerangi. Untuk cahaya yang abadi, untuk risalah dunia, dan hujah yang terang benderang.
Saya tidak melihat harapan untuk perkara-perkara besar, untuk mendapatkan pahala yang melimpah, kebahagiaan hati, dan ketentraman jiwa.
Saya tidak melihat harapan untuk menyucikan jiwa, membersihkan batin, menyucikan anggota bada, dan menyelamatkan manusia..............................
ENTAH BAGI ANDA !.....................APA YANG ANDA LIHAT.....?
1 komentar:
di sini sya bnyk belajar tntang makna2 islam yg sesungguhnya...matur nuwun cak abu??Tak tnggu hikmah selanjutnya dri sampean?ojo...suwe2 yoo???
Posting Komentar