Sabtu, 31 Oktober 2009

BEBAGAI BAHAYA PUJIAN

SYETAN MEMBUAT TERLENA ORANG YANG DIPUJI

Wahai saudara-saudaraku, jika sudah banyak orang-orang yang suka di puji dan disanjung, maka janganlah kalian ikut-ikutan suka apabila mendapatkan pujian. Jadilah orang yang sangat takut dengan bahaya pujian, karena didalam pujian terdapat bahaya yang sangat besar dan jarang sekali orang bisa selamat darinya.

Diantara kalian ada orang yang beramal baik dan tidak ingin melakukan selain kebaikan. Biasanya jika kebaikan seseorang mulai terlihat, maka diapun akan mendapatkan pujian dan penghormatan. Pada waktu itulah syetan akan membuatnya merasa terlena dengan pujian, yang hal itu ternyata sesuai dengan hawa nafsunya. Tentu saja kamu menjadi melayang dengan pujian dan sanjungan yang kamu terima. Inilah salah satu diantara tipuan nafsu yang tidak kamu waspadai.

SUKA PUJIAN TERMASUK TIPU DAYA IBLIS

Wahai sekalian saudaraku, ketika kalian suka dipuji, maka berjuanglah dengan sekuat tenaga untuk menghapuskan perasaan itu dari dalam hati. Gantilah perasaan senang terhadap pujian dengan rasa benci, sebab demikian yang diajarkan Rasulullah kepada kalian.

Beliau telah melarang kalian semua untuk saling memuji antara satu dengan yang lainnya, sebab Beliau tahu didalam pujian terkandung mudharat.

Takutlah kamu kepada Allah kalau sampai suka mendapatkan pujian. Janganlah kalian terpedaya oleh tipuan syetan dan para sekutunya dari bangsa manusia. Sesungguhnya mereka mengira telah melakukan perbuatan dan amal baik dengan tulus ikhlas karena Allah. Mereka menganggap bahwa amal baik yang dikerjakan sudah tulus ikhlas karena Allah. Mereka juga mengira perasaan bahagia dan bangga kalau dipuji itu tidak membahayakan mereka. Inilah sebagian tipu daya Iblis dan strategi licik para sekutunya.

Sungguh celaka orang yang suka dipuji dan suka memuji. Bagaimana mungkin ia bisa tidak mengetahui hidayah yang seharusnya diraih dan bagaimana mungkin juga mereka mengira hal itu akan tetap diganjar?

Mereka ridha untuk saling melontarkan pujian, padahal perbuatan mereka bertentangan dengan wasiat Rasulullah. Mereka ini sungguh sangat bodoh.

Wahai orang-orang yang terkena fitnah, apakah kalian mengira tidak mendapat mudharat ketika senang mendapatkan pujian setelah melakukan perbuatan baik? Sesungguhnya kami hanya mengingatkan kualitas ibadah yang seharusnya kamu lakukan dengan murni. Hanya Allah sajalah yang mengetahui kondisimu.

PENDAPAT ULAMA TENTANG PUJIAN

Celakalah kamu orang yang tertipu oleh syetan, sebab kami mendengar salah satu ulama telah mengatakan,"Barang siapa suka dipuji, maka dia telah memungkinkan syetan untuk masuk kedalam perutnya"

Orang alim saja telah mencela kesenanganmu ketika mendapatkan pujian, lalu kenapa kamu merasa bahwa ibadahmu telah kamu kerjakan dengan tulus karena Allah. Andai saja kamu tahu bahwa ibadah yang kamu kerjakan itu sama sekali bukan ikhlas karena Allah, pasti kamu akan menjadi orang yang paling menyesal. Bahkan dengan kesenanganmu untuk dipuji, kamu menjadi orang yang berhak mendapatkan kutukan. Sebenarnya kamu telah mengetahui tentang hal ini, namun kesombongan dan egomu yang menjadikan kamu enggan untuk mengamalkannya.

Kami mendengar riwayat bahwa ada seorang ulama yang berkata,"Jika ada seorang yang berkata kepada dirimu,"Lelaki/wanita yang paling baik adalah dirimu," maka demi Allah sadarilah bahwa dirimu itu sebenarnya adalah orang yang paling buruk" Orang yang alim saja telah memberikan nasehat seperti itu. Bahkan dia berani bersumpah atas nama Allah bahwa dirimu adalah orang yang paling buruk jika kamu senag dipuji.

Coba perhatikan dengan seksama wahai orang yang tertipu, apakah kamu mengira dirimu sudah pantas menerima pujian dan sanjungan sehingga merasa senang ketika mendapatkannya? Apakah kamu tetap suka kepada sang pemuji sekalipun dia menyanjungmu secara berlebihan dan tidak rasional? Apakah kamu tidak menyukai celaan yang memang pantas kamu dapatkan? Apakah kamu akan marah kepada sang pencela sekalipun yang dia katakan itu adalah benar? Jika kamu memang seperti tiu berarti memang kamu benar-benar orang yang paling buruk sekalipun kamu sudah melakukan begitu banyak ibadah. Sebab pada hakikatnya kamu adalah orang yang gila pujian dan sanjungan. Bahkan dosamu itu lebih besar dibandingkan sekian banyak orang yang juga suka dipuji, namun mereka masih mau mengakui keburukan dan dosa-dosanya. Bahkan orang yang seperti ini lebih besar peluangnya untuk diampuni dosanya dari pada dirimu. Kamu akan celaka dan binasa jika kamu terus menyangka bahwa senang tehadap pujian sama sekali tidak mendatangkan mudharat.

Apakah kamu mengira bahwa banyak diantara sahabat yang ingin dipuji ketika sedang beramal baik, seperti dirimu yang selalu gila akan pujian? Sangat mustahil jika perasaan para sahabat sama seprti perasaan kalian, meski para sahabat sangat layak untuk mendapatkan pujian tersebut. Namun sekalipun demikian Rasulullah telah memperingatkan mereka tentang bahaya pujian. Rasulullah telah melarang mereka untuk saling memuji. Rasulullah pernah bersabda kepada orang yang memberikan pujian sebagai berikut,"Celakalah kamu! Kamu telah memutus punggung orang itu jika sampai mendengar (pujian)mu. Dia tidak akan pernah beruntung sampai hari kiamat." {Lihat dalam Ihya' Ulumuddin (III/282)}

Rasulullah juga pernah bersabda kepada para sahabat; "Ingatlah, Jangan kalian saling melontarkan pujian! Jika kalian melihat ada orang yang memberikan pujian, maka taburkanlah pasir kewajah mereka!" (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan At-Tirmidzi, dari Al Miqdad Ibnul Aswad)

Rasulullah menyabdakan hadist tersebut sebagai bentuk rasa kasihan beliau terhadap orang-orang yang di beri pujian. Beliau khawatir kalau sampai mereka merasa tersanjungdengan pujian yang didengarnya. Karena rasa senang itulah yang menjadi mudharat dalam jiwa dan agamanya. Oleh karena itulah Rasulullah memberikan peringatan agar mereka tidak merasa senang dengan pujian.

Tidak ada komentar: