Senin, 26 Oktober 2009

QANA'AH DAN TAWADHU'

Saudara-saudaraku, pada kali ini saya kembali membicarakan sebuah bab yang sangat penting. Pembahasan yang dapat menutup fitnah dunia dan keburukannya. Atau sebaliknya membuka pintu akhirat dan berkahnya. Permasalahan yang saya maksud adalah sifat Qana'ah (menerima apa yang ada) dan tawadhu' (rendah hati). Kedua sifat ini merupakan lawan dari sifat takaatsur(suka menimbun harta) dan kibr(sombong).

Jika seseorang telah bersifat tawadhu' di dunia, berarti dia sudah membersihkan hatinya dari sifat kibr. Dia tidak memiliki hasrat untuk populer atau kondang. Dengan demikian dia telah selamat dari fitnah dunia dan berbagai macam dosa yang ada didalamnya. Dengan sifat tawadhu' maka seseorang tidak akan tergila-gila dengan dunia, malah dia akan berkonsentrasi pada Allah.

Begitu juga jika seorang hamba bersifat qana'ah terhadap materi yang dia terima, maka dia tidak akan repot-repot menimbun harta, seperti anjing yang mencari bangkai. Dia akan selalu merasa ridha dengan jatah dunia yang dia terima dan diapun akan terhindar dari berbagai dosa yang disaebabkan dunia ini. Dia selalu rela dengan rezeki walau bernilai sedikit. Namun Allah juga ridha kepadanya sekalipun dia hanya beramal sedikit. Dengan mempraktekkan sifat qana'ah maka seseorang akan tenang hidup didunia dan bahagia diakhirat dengan meraih rahmat Allah.

Saudara-saudaraku, bersikap qana'ahlah dengan sesuatu yang cukup bagi dirimu. Hindarilah harta berlebih yang sama sekali tidak kalian butuhkan, sebab kelebihan harta dimata Allah adalah sesuatu yang kotor. Kelak dihari kiamat akan dikatakan kepada orang yang senang menghimpun harta, "pisahkanlah dulu antara harta yang diperuntukkan bagi Allah dan yang tidak lemparkanlah sisanya kedalam neraka."

Bahwa sesungguhnya dunia dan isinya itu dilaknat kecuali aktivitas dzikir kepada Allah dan sesuatu yang dilakukan karena Allah. Rasulullah telah bersabda,"Dunia ini adalah milik yang berhak, Jadi siapa yang mengambil jatah dunia melebihi kebutuhannya, maka sebenarnya dia telah mati. Hanya saja dia tidak menyadari kematiannya itu" (Hadist itu diriwayatkan oleh al Bazzar dari hadist Anas)

Barang siapa yang tidak merasa qana'ah dengan kebutuhan yang sebenarnya sudah mencukupi dirinya, maka dia akan termasuk dalam golongan yang disebutkan hadist Nabi berikut ini,"Seandainya anak cucu Adam memiliki dua lembah berisi emas, pasti dia akan tetap menginginkan lembah yang ketiga. (Dan tidak akan berhenti menimbun harta) sampai mulut anak cucu Adam dipenuhi dengan tanah(kuburan). Baru Allah akan memberikan taubat kepada orang yang mengajukan taubat." (HR. Al Bukhari Muslim).

Barang siapa yang tidak bersifat qana'ah terhadap apa yang sudah mencukupi dirinya, bagaimana dia bisa selamat dari golongan yang dijelaskan dalam hadist tersebut? Salah seorang sahabat Rasulullah berkata,"Celakalah orang yang selalu mengumpulkan harta. Dia selalu membuka mulutnya seperti orang gila. Yang dia lihat senantiasa milik orang lain, namun dia sendiri tidak pernah melihat apa yang sudah dia miliki. Dia benar-benar akan mendapatkan siksa yang lama.(karena saking lamanya) sampai dia tidak bisa melalui malam ke siang hari."

Ibnu Mas'ud dan sekelompok orang yang bersamanya pernah mengadukan rasa lapar yang mereka rasakan kepada Rasulullah. Ternyata Beliau malah bersabda kepada mereka sebagai berikut,"Bersabarlah kalian dan merasa senanglah dengan mendapatkan kabar gembira. Karena sesungguhnya kiamat itu sudah sangat dekat atau mungkin malah sudah terjadi." Maksud beliau adalah hendaknya mereka yang mengadukan rasa laparnya itu benar-benar bersabar dan berjihad melawan hawa nafsunya, karena inilah yang disebut maqam al faqr(butuh kepada Allah). Sebenarnya yang dimaksud dengan maqam al faqr adalah mengosongkan diri dari fenomena duniawi, memfokuskan perhatian kepada Allah dan tidak memiliki keinginan untuk menumpuk harta.

Rasulullah juga bersabda,"Sepeninggalku nanti akan datang sebuah kaum yang mengkonsumsi berbagai kenikmatan dunia. Mereka akan menikah dengan para wanita cantik, memakai berbagai model busana dan menaiki berbagai model kendaraan. Perut mereka jarang sekali tidak kenyang, jiwanya selalu tidak qana'ah sekalipun banyak harta dan selalu patuh kepada dunia. Pagi dan sore hanya dunia yang dicari. Mereka menjadikan dunia sebagai tuhan-tuhan sesembahan mereka. Tujuan mereka (untuk hidup) hanyalah dunia dan merekapun hanya menuruti dorongan hawa nafsunya."

Barang siapa yang tidak qana'ah terhadap rezeki yang sudah mencukupi kebutuhannya, maka dia tidak akan bisa selamat dari golongan yang difirmankan Allah sebagai berikut, "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui." (QS. At-Takaatsur(102); 1-4)

Bagaimana orang yang tidak yakin akan ancaman Allah ini bisa selamat? Semoga Allah melindungi kami dan kalian semua dari cinta kepada syetan(dengan dunia sebagai senjata ditangannya), dan semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kami dan kalian semua berupa sifat qana'ah dan tawadhu'.

Wahai saudara-saudaraku, sesungguhnya harta yang paling berharga adalah selalu ridha dengan rezeki yang diberikan Allah, bukan harta yang melimpah ruah. Yang dinamakan harta yang paling berharga adalah merasa khusyu' ketika berdzikir, bukan kepemimpinan dan kepopuleran. Yang dimaksud harta yang paling berharga adalah jiwa yang lunak, bukan jiwa(hati) yang keras.

Ini hanyalah nasehat saya kepada kalian semua, terserah apakah mau menerima atau tidak, namun saya sangat menyadari bahwa yang mau menerima jumlahnya amatlah sedikit. Semoga Allah memberikan taufik kepada saya dan kalian semua terhadap setiap kebaikan yang kita lakukan. Amin dan InsyaAllah.

Tidak ada komentar: