HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI
Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik bahwa seorang perempuan yang bernama Al-Haula, tukang minyak wangi di Madinah, datang kepada 'Aisyah seraya berkata, "Wahai Ummul Mu'minin, aku selalu berdandan dan memakai wewangian setiap malam demi suamiku, layaknya pengantin baru saja. Namun kalau aku tidur disampingnya, ia memalingkan wajahnya dariku. Padahal itu aku lakukan tidak lain adalah untuk mencari ridha Allah. Aku lihat dia marah padaku." Maka berkatalah 'Aisyah kepadanya,"Tunggulah sampai Rasulullah datang"
Tak lama kemudian, datang Rasulullah saw, lalu Al-Haula menceritakan kisahnya kepada beliau. Maka Rasulullah berkata kepadanya, "Pulanglah wahai Al-Haula, dan tetaplah menaati suamimu!"
Al-Haula menjawab, "Baik ya Rasulullah tapi apakah pahala akan aku dapatkan kalau aku laksanakan?"
Rasulullah menjawab,"Tidaklah seorang istri bersabar melakukan sesuatu demi menjaga hubungan baiknya dengan suami, melainkan Allah akan menambah kebaikkan baginya dan menghapus kejelekannya. Tidaklah seorang istri mengandung anak dari suaminya, melainkan selama ia hamil itu akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang bangun malam, berpuasa pada siang hari, dan berperang dijalan Allah. Tidaklah seorang istri melahirkan seorang anak, melainkan setiap kelahirannya ia akan mendapat pahala yang sama dengan pahala memerdekakan anak manusia, dan pada setiap susuan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala memerdekakan seorang budak belian. Jika ia menyusukannya, datanglah panggilan dari langit, "Wahai perempuan, sungguh engkau telah mencukupkan amalmu, tambahlah amalmu!"
'Aisyah menimpali,"Sungguh banyak pahala yang bisa didapatkan oleh kaum perempuan, bagaimana dengan kaum laki-laki, wahai Rasulullah?"
Beliau tersenyum mendengarnya, Lalu berkata,"Tidaklah seorang suami meraih tangan istrinya untuk merayunya, melainkan Allah akan menuliskan kebaikan baginya. Jika ia memeluknya, maka baginya sepuluh kebaikan dan jika ia menggaulinya maka baginya kebaikkan yang melebihi dunia dan seisinya. Apabila ia bangun untuk mandi, sebelum air membasahi tubuhnya, ditulis baginya satu kebaikan dan dihapus satu kejelekan, serta diangkat derajatnya satu derajat. Jika sudah benar-benar mandi, maka baginya kebaikan melebihi dunia dan isinya. Lalu dengan bangga Allah berkata kepada malaikatNya;"Lihatlah hamba-Ku ini. Dia bangun malam menggauli istrinya, lalu mandi pagi seraya meyakini bahwa Aku adalah Tuhannya. Saksikanlah bahwa aku telah mengampuninya."
Hendaknya setiap suami berperilaku baik terhadap istrinya, jangan menyakitinya, jangan meminta cerai darinya dan jangan membentak dan mencacinya. Semua itu akan menyebabkan Allah dan RasulNya berlepas tangan darimu. Rasulullah bersabda,"Perhatikanlah istrimu dengan baik, sebab ia adalah pendamping dan penolongmu."
Juga sabda Rasulullah,"Sebaik-baik laki-laki dari umatku adalah laki-laki yang paling baik terhadap istrinya. Dan sebaik-baik perempuan dari umatku adalah perempuan yang terbaik bagi suaminya. Setiap harinya istri-istri yang baik terhadap suaminya akan mendapat pahala seribu syahid yang berperang dijalan Allah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Mereka lebih utama dari bidadari surga laksana lebih utamanya Muhammad dari siapapun diantara kalian yang palin rendah keutamaannya. Dan sebaik-baiknya perempuan dari umatku adalah perempuan yang dapat membahagiakan suaminya dalam segala sesuatu yang diiginkannya, selain ma'siat kepada Allah, dan sebaik-baik laki-laki dari umatku adalah laki-laki yang bersikap lemah lembut terhadap istrinya seperti sikap seorang ibu kepada anaknya. Setiap hari suami-suami yang baik terhadap istrinyaakan mendapat pahala seratus syahid yang berperang dijalan Allah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan."
Dalam riwayat lain Rasulullah juga bersabda,"Melaksanakan pekerjaan rumah dirumah suaminya adalah sama pahalanya bagi mereka(istri-istri) dengan berjihad dijalan Allah."
"Hak istri terhadap suaminya adalah seperti hakku terhadap kalian. Barang siapa yang menyia-nyiakan hakku berarti menyia-nyiakan hak Allah. Dan barang siapa yang menyia-nyiakan hak Allah akan dimurkai olehnya dan tempat kembali yang paling tepat adalah neraka jahanam" (HR. 'Ubadah abn Katsir)
Para suami dan istri hendaknya meyakini kebenaran pahala-pahala yang disebutkan didalam hadist-hadist diatas sehingga mereka berdua benar-benar menunaikan semua hak dan kewajiban mereka dengan baik, dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Seorang istri harus yakin bahwa pengabdiannya kepada suami adalah lebih baik dari berjihad dimedan perang.
1 komentar:
mungkin ini adalah tugas berat yang harus di pikul oleh para istri, karena tugas utama para iblis ialah untuk membuat para istri tidak taat atau patuh pada suami....
Posting Komentar