Di dalam Al Quran,tauhid atau mengesakan Allah dan istigfar sering berbarengan,sebab dalam dua hal ini tersirat makna menyucikan sang khaliq dari kekurangan dan mengakui akan kekurangan diri dari makhluk.
Firman Allah SWT,"Tidak ada Allah (yang berhak disembah)selain Engkau,sesungguhnya aku adalah mahkluk termasuk orang-orang yang zhalim."(Qs.Al Anbiyaa'(21):87)
Ayat ini adalah sebuah pengakuan dan pernyataan akan keesaan-Nya,dan menyucikan-Nya dari segala kekurangan dan cela. Kemudian juga sebuah pengakuan seorang hamba akan kezhalimannya terhadap dirinya sendiri dengan kesalahan dan dosa yang dia kerjakan.
Istighfar atau minta ampunan merupakan sebuah permintaan dan permintaan akan terwujud bila didahului dengan pujian dan sanjungan. Sebesar-besar dzat yang dimintai ampunannya adalah Allah SWT,dan sebesar-besar apa yang dipakai untuk memuji adalah pernyataan tauhid yang tulus, menyebut keesaan-Nya dalam rububiyah-Nya, ketuhanan-Nya , nama-Nya, sifat-Nya dan perbuatan-nya. Maka, sebaik-baik pendahuluan adalah pujian yang agung.
Dalam sebuah hadist disebutkan"Doa yang paling utama adalah perkataan; Laa Ilaaha Illallah(tidak ada tuhan selain Allah)."
Sebagian sahabat bertanya bagaimana beliau menjadikan kalimat itu sebagai doa sedangkan itu adalah kalimat penetapan dan pengikraran? Beliau menjawab,"sesungguhnya orang yang memuji engkau pasti bermaksud meminta sesuatu kepadamu." Ini sebagaimana yang dikatakan oleh umayah bin Abi Ash-Shalt:
Apakah aku perlu menyebutkan keperluanku, ataukah cukup bagiku kedermawananmu sesungguhnya kedermawanan adalah ciri khasmu.
Allah SWT juga berfirman,"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu..."(Qs.Muhammad (47):19)
Allah SWT memulai dengan ilmu sebelum perkataan dan perbuatan, serta mendahulukan tauhid(pengesaan), yang mana itu adalah fondasi dasar. Lalu memerintahkan dengan beristighfar, yang mana itu adalah sebab tercapainya apa yang disukai dan tertolaknya apa yang dibenci.
Siapa yang mengetahui rahasia dua kalimat ini" Laa Illaaha Illallah dan Astaghfirullah", niscaya dia akan menyukainya dengan memperbanyak membacanya, selalu terpaut dengannya dan mengulang-ulanginya, serta memahami makna-maknanya. Dia juga akan menghabiskan waktunya antara pengakuan dengan keindahan dan pengikraran dengan kebaikan tuhannya SWT; Memuji-Nya, percaya dengan keesaan-Nya, mengakui kezhaliman diri dan sedikit bekal, buruknya yang didapat, dan tidak percaya dengan niatnya. Dia juga akan bersedih saat teringat kesalahan, sangat membenci diri sendiri dan mencelanya atas apa yang dia lakukan disisi Allah, dan atas banyaknya menyakahi perintah-perintah Allah. Saat itu pasti akan tercapai ampunan Allah, maaf dan ridha-Nya.
Tidak akan turun awan-awan keridhaan kecuali dengan ridhanya Dzat yang maha penyayang, meratap di hadapan-Nya, menyerahkan segala perkara kepada-Nya dan bertawakal kepada-Nya. Sangat diharuskan kepada hamba untuk menyucikan tauhid dengan bertaubat dan beristghfar.
Tidak ada keadaan yang paling bahagia daripada dapat selalu mengucapkan Laa Illallah Illallah dan Astaghfirullah.puncak kesempurnaan bagi Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Agung adalah mengesakan-Nya dengan keesaan-Nya, dan kesempurnaan yang paling tinggi bagi hamba adalah mengakui kelemahan, ketidak-berdayaan, serta menyucikan diri dari dosa dan kesalahan.
Lihatlah bagaimana Allah mengumpulkan tauhid dan istighfar dalam kitab-Nya. Dia berfirman,"Tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohon ampun kepada-Nya."(Qs.Fushshilat(41):6)
IstiQamah (meluruskan hati dan perbuatan) kepada-Nya yaitu mengesakan-Nya dalam rububiyah-Nya, ketuhanan-Nya, nama-Nya, sifat-Nya dan perbuatan-Nya, serta meniadakan serupa, lawan, teman, dan tandingan bagi-Nya.
Sedangkan istighfar adalah memohon ampunan atas kesalahan, meminta maaf atas penyelewengan, membersihkan diri dari dosa, memohon maaf atas dosa yang telah lalu dan kelapangan atas apa yang terjadi.
Saat engkau mengumpulkan kalimat tauhid dan istighfar dalam Sayyidul Istighfar, seakan-akan engkau berkata:"Engkau ya Allah, Yang Maha Esa, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Kaya, Yang Maha Kuat, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan, kemuliaan yang tidak akan sirna, keagungan yang tidak akan runtuh. Tidak ada sekutu bagi-Mu dalam kekuasaan dan tidak ada yang menyamai-Mu. Tidak ada bagi-Mu padanan dan kemiripan. Tidak ada tuhan selain Engkau, tidak ada pencipta selain Engkau, dan tidak ada bagi kami pelindung, penolong, pembantu, penjamin, pemberi kehidupan dan kematian, serta pemberi makanan dan rezeki selain Engkau. Aku adalah hamba yang fakir, berlumur dosa dan kesalahan, lalai, lemah dan tidak berdaya; tidak mempunyai tenaga tapi malah sering melakukan kesalahan, kejahatan yang besar, kurang pengetahuan, aniaya terhadap diri sendiri, jelek dalam perbuatan dan keterlaluan dalam berbuat maksiat.
1 komentar:
Mas Sonny saya Hetty mau tanya ttg apa yg sdh saya lihat dalam sholat saya. Saya telah melihat sosok wajah yang duduk diatas awan dgn berpakaian serba hijau dg rambut panjang sebahu agak ikal kecoklatan. wajahnya begitu kuning dg. senyum yg melebar. Sampai saat ini saya begitu mengharap jawaban siapa orang yg saya lihat didalam sholat saya tsb. Waktu itu pas bulan Ramadhan. Matur nuwun.
Posting Komentar