Senin, 04 Januari 2010

Jangan Berdusta !

Jadilah orang yang berakal dan jangan berdusta. Engkau berkata, "Aku takut kepada Allah" tapi mengapa engkau juga takut kepada selain Allah. Janganlah takut kepada siapapun atau apapun, baik jin, manusia atau malaikat. Jangan takut pula pada apapun, baik hewan yang berbicara atau yang diam. Jangan takut dengan penderitaan dunia, dan jangan takut pula dengan siksa akhirat, melainkan takutlah dengan Sang Pemberi Azab siksaan.

Seorang yang bermakrifat tak akan takut celaan orang disisi Allah. Ia bisu dari berbicara selain Allah. Baginya semua manusia lemah, sakit dan fakir. Orang seperti itulah yang desebut ulama yang bermanfaat ilmunya. Ulama yang mendalami syara' dan hakikat islam. Mereka adalah tabib-tabib agama yang bisa merakit kembali keretakannya.

Janganlah mengecam Allah dalam segala tindakannya (fi'l). Nafsu kitalah yang harus lebih dikecam dan dicela. Katakanlah kepada nafsu, bahwa anugerah diperuntukkan bagi yang menaati dan pukulan diperuntukkan bagi orang yang mendurhakai. Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka Dia akan merampasnya (ikhtiar dan duniawinya) jika memang ia bersabar dalam menghadapinya, maka Dia akan mengangkat derajatnya, membaguskan taraf kehidupannya, memberinya anugerah dan membuatnya kaya.

Dikisahkan ada seorang laki-laki bertamu pada Abu Yazid al-Bisthami, kemudian lama menengok kekanan dan kekiri. Abu Yazid pun menegurnya, "Ada apa gerangan?" Ia menjawab, "Aku ingin mencari tempat bersih untuk melaksanakan Shalat." Abu Yazid langsung menukas, "Bersihkan hatimu dulu dan barulah shalat sesuai dengan kehendakmu."

Riya' memang hanya bisa dideteksi oleh orang-orang yang ikhlas, sebab dulu mereka pernah terjebak didalamnya hingga akhirnya selamat dan lolos darinya. Riya' adalah rintangan ditengah jalan kaum sufi yang mau tak mau harus mereka seberangi. Riya', ujub dan kemunafikan adalah anak-anak panah setan yang di lemparkan kedalam hati.

Jangan terlena dengan hembusan-hembusan bujuk rayu setan, dan jangan kalah dengan panah-panah nafsu setan, sebab setan memang tak akan mampu menguasaimu kecuali dengan sarana nafsu. Setan jin tak akan mampu menguasaimu kecuali melalui sarana setan manusia, yaitu nafsu dan kolega-koleganya yang buruk. Memohonlah kepada Allah dan meminta tolong dalam menghadapi musuh-musuh ini, niscaya Dia akan menolongmu. Jika engkau telah menemukan-Nya, lalu engkau lihat pula apa yang ada disisi-Nya, dan engkau pun di anugerahi-Nya hal tersebut, maka pulanglah kembali pada keluargamu dan khalayak manusia, kemudian gandenglah mereka menuju-Nya. Katakanlah pada mereka, "Bawalah semua keluargamu padaku," sebagaimana Nabi Yusuf as. ketika medapatkan anugerah kepemilikan dan kerajaan, maka ia pun berkata pad keluarganya;

"Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." (QS. Yusuf; 93)

Orang yang tertolak (al-mahrum) adalah orang yang menolak al-Haqq 'Azza Wa Jalla dan kehilangan kedekatan bersama-Nya didunia dan diakhirat. Jika Allah melewatkanmu, maka akan lepas pula darimu segala sesuatu. Bagaimana Allah tidak melewatkanmu jika engkau berpaling dari-Nya, dan dari kaum mukmin serta hamba-hamba-Nya yang saleh (kaum sufi) bahklan malah menyakiti mereka dengan ucapan dan tindakanmu, serta menentang mereka dengan lahir dan batin.

Nabi Saw. bersabda;

"Menyakiti orang mukmin lima belas kali lebih besar (dosanya) disisi Allah dari pada merobohkan Ka'bah dan al-Bayt al-Ma'mur."

Dengarkanlah, wahai orang yang selalu menyakiti kaum fuqara' Allah, padahal mereka adalah orang yang beriman pada-Nya, saleh demi-Nya, arif mengenal-Nya, dan berpasrah diri pada-Nya. Sebentar lagi engkau akan menjadi mayat pucat yang dikeluarkan dari rumahmu, dan kekayaan yang selalu engkau bangga-banggakan akan musnah tanpa bisa memberimu kemanfaatan apa-apa dan tidak pula mampu melindungimu.

Tidak ada komentar: