Senin, 11 Januari 2010

'AISYAH ASH-SHIDDIQAH r.h.a

Pernikahan Rasulullah saw. dengan 'Aisyah r.h.a juga terjadi di Makkah, yaitu sebelum hijrah pada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian. Ketika itu, 'Aisyah r.h.a masih berumur enam tahun. Diantara istri-istri Nabi saw. yang dinikahi oleh beliau yang dalam keadaan perawan hanyalah 'Aisyah r.h.a, sedangkan yang lain dinikahi beliau dalam keadaan janda. 'Aisyah r.h.a lahir pada tahun ke-4 kenabian. Setelah hijrah, ketika 'Aisyah r.h.a berumur sembilan tahun, barulah ia di bawa kerumah Nabi saw. Rasulullah saw. wafat ketika 'Aisyah r.h.a berusia 18 tahun. 'Aisyah r.h.a wafat pada usia 66 tahun, malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 Hijriyah. Sebelum wafatnya, is berpesan, "kuburkanlah aku di pemakaman umum tempat dimakamkannya istri-istri Nabi saw lainnya". Ia tidak di kuburkan didalam bilik Rasulullah saw. tetapi dimakamkan di pemakaman Baqi.

Menurut budaya Arab, pernikahan pada bulan Syawal itu sangat berkah. 'Aisyah r.h.a berkata, "Saya menikah pada bulan Syawal, dan saya juga pindah ke rumah Rasulullah saw. juga pada bulan Syawal. Siapakah istri Rasulullah saw. yang paling beruntung dan paling di cintai oleh beliau?"

setelah Khadijah r.h.a wafat, Khaulah binti Hakim r.h.a datang kepada Rasulullah saw. dan bertanya, "Ya Rasulullah, tidakkah engkau ingin menikah lagi?" Jawab beliau, "Dengan siapa?" Khaulah r.h.a bertanya lagi, "Yang perawan ada, yang janda juga ada, terserah mana yang engkau sukai". Lanjutnya, "Apabila engkau menginginkan perawan, ada anak sahabat dekatmu sendiri, yaitu putri Abu Bakar Shiddiq ra. ; 'Aisyah r.h.a dan jika engkau menghendaki janda, maka ada Saudah binti Zam'ah." Jawab Nabi saw. "Baik, bicarakanlah dengannya nanti saya lihat." Selanjutnya Khaulah pergi ke rumah Abu Bakar ra. dan berkata kepada Ummu Ruman r.h.a ibu 'Aisyah r.h.a "Saya kesini membawa keberkahan dan kebaikan yang besar, Rasulullah saw mengirim saya untuk meminang 'Aisyah" Sahut Ummu Ruman r.h.a "Dia kan masih keponakannya, bagaimana mungkin dinikahi. Tetapi baiklah tetapi kita tunggu Abu Bakar". Ketika itu Abu Bakar ra. sedang tidak berada dirumah. Ketika datang, diceritakanlah kepadanya berita tersebut dan jawaban Abu Bakar ra. sama dengan istrinya, bahwa ia adalah keponakannya bagaimana mungkin bisa dinikahi?

Kemudian Khaulah menjumpai Rasulullah saw. dan menceritakan semuanya. Jawab Nabi saw. "Ia hanya anak saudara seislam, putrinya boleh aku nikahi." Maka Khaulah segera kembali kerumah Abu Bakar ra. dan memberitahukan jawaban Nabi saw. Beberapa saat kemudian Abu Bakar ra. menjawab agar Rasulullah saw. datang sendiri. Lalu beliau datang dan menikahlah keduanya.

Selang beberapa bulan setelah hijrah, Abu Bakar ra. bertanya kepada Nabi saw. "Mengapa istrimu tidak engkau ajak?" Rasulullah menyatakan belum mempersiapkan barang-barang. Kemudian Abu Bakar ra. memberikan beberapa bekal dan persiapan. Setelah semuanya siap, maka pada waktu Dhuha' bulan Syawal tahun 1 atau 2 Hijriyah, Abu Bakar ra. mengirimkan putrinya kerumah Rasulullah saw. Ketiga pernikahan Rasulullah saw dilaksanakan sebelum hijrah selanjutnya semua pernikahan beliau dilakukan setelah hijrah.

Tidak ada komentar: