Meskipun dikatakan bahwa kata shufi tidak terdapat dalam Al Qur'an maupun Al Hadits, namun apabila kita mencari dan menyelidiki secara seksama pada ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW, maka banyak sekali didapati dari ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits itu yang berfungsi sebagai sumber tashawwuf. Dengan singkat kata, sumber pokok tashawwuf dalam Islam adalah dari pangkal ajaran Islam itu sendiri. Meskipun ada juga sebagian ahli yang mengatakan bahwa tashawwuf Islam timbul karena adanya pengaruh dari luar Islam.
Untuk memperjelas dan memperkuat bahwa tashawwuf dalam Islam tumbuh dan berkembang dari sumber pokok ajaran Islam sendiri, maka terlebih dahulu perlu dikemukakan teori-teori tentang asal usul timbulnya tashawwuf dalam Islam yang berbeda-beda itu, antara lain:
1. Adanya pengaruh dari agama Kristen dengan faham menjauhi dunia dan hidup mengasingkan diri dalam biara-biara. Dalam literatur Arab memang terdapat tulisan-tulisan tentang rahib-rahib yang mengasingkan diri di padang pasir Arabia. Lampu yang mereka pasang di malam hari menjadi penunjuk jalan bagi kalifah yang lalu, kemah mereka yang sederhana menjadi tempat berlindung bagi orang yang kemalaman dan kemurahan hati mereka menjadi tempat untuk memperoleh makan bagi mufasir yang kelaparan. Dikatakan bahwa Zahid dan shufi Islam meninggalkan dunia, memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri, adalah atas pengaruh cara hidup rahib-rahib Kresten ini.
2. Falsafah mistik Pythagoras yang berpendapat bahwa roh manusia bersifat kekal dan berada di dunia sebagai orang asing. Badan jasmani merupakan penjara bagi roh. Kesenangan roh yang sebenarnya ialah di alam samawi. Untuk memperoleh hidup senang di alam samawi, manusia harus membersihkan roh dengan meninggalkan hidup materi, yaitu zuhud, untuk selanjutnya berkotemplasi. Ajaran Pythagoras untuk meninggalkan dunia dan pergi berkontemplasi, inilah menurut pendapat sebagian orang yang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam Islam.
3. Filsafat Emanasi Plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancar dari Zat Tuhan Yang Maha Esa. Roh berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Tetapi dengan masuknya ke alam materi, roh menjadi kotor dan untuk kembali ke tempat asalnya roh harus terlebih dahulu dibersihkan. Pensucian roh ialah dengan meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan sedekat mungkin, kalau bisa bersatu dengan Tuhan. Dikatakan pula bahwa filsafat ini mempunyai pengaruh terhadap munculnya kaum zahid dan shufi dalam Islam.
4. Ajaran Budha denga faham nirwananya. Untuk mencapai nirwana, orang harus meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplasi. Faham fana' yang terdapat dalam shufisme hampir serupa dengan faham nirwana.
5. Ajaran-ajaran Hinduisme yang juga mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekati Tuhan untuk mencapai persatuan Atman dengan Brahman.
Teori-teori inilah yang mengatakan bahwa tashawwuf dalam islam tumbuh dan muncul akibat pengaruh-pengaruh dan paham dari faham tersebut diatas. Apakah teori ini benar atau tidak, sulit sekali membuktikannya. Namun yang jelas, tanpa faham-faham tersebut diatas, shufisme dapat muncul dari sumber ajaran islam, Al-Qur'an dan Al Hadist. Terlepas dari teori diatas, dapat dikatakan bahwa tanpa pengaruh-pengaruh faham tersebut, tashawwuf dalam islam akan muncul sendiri dari sumber pokoknya. Dalam masalah ini Prof. DR. Hamka dalam bukunya "perkembangan Tashawwuf dari abad ke abad" menyimpulkan; "Bahwasanya tashawwuf islam telah tumbuh sejak tumbuhnya agama islam itu sendiri. Bertumbuh di dalam jiwa pendiri islam itu sendiri, yaitu Nabi Muhammad Saw. yang di ambil inti sarinya dari Al-Qur'an itu sendiri.
Bila memperhatikan permulaan tumbuhnya tashawwuf dan perjalanan perkembangannya, maka sangat nampak bahwa tumbuhnya tashawwuf adalah akibat pengaruh ajaran Al-Qur'an dan sunah nabi setelah mereka membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, memahami maksudnya, membaca hadist, mencontoh kehidupan dan perilaku nabi bersama para sahabatnya serta pengaruh tuntunan agama islam pada umumnya.
Menurut Ibnu Khaldun dalam "Muqadimah Tarikhnya" menyatakan; "Tashawwuf ialah salah satu diantara ilmu-ilmu syari'at yang tumbuh dalam agama islam. Asal mulanya ialah dari amal perbuatan salafus sholihin, dari sahabat-sahabat nabi dan tabi'in dan orang-orang yang sesudah itu. Maksudnya ialah menuruti jalan kebenarandan petunjuk Allah. Pokoknya ialah tekun beribadah, memutuskan jalan yang lain dan tetap hanya tertuju pada Allah semata, menolak kemegahan dan kemewahan dunia, melepaskan diri (zuhud) dari pada yang diingini oleh banyak orang berupa kelezatan harta benda atau kemegahan pangkat dan menyendiri dari makhluk dalam berkhalwat untuk beribadah".
Dengan demikian, tumbuhnya tashawwuf adalah disebabkan karena orang senantiasa bertekun kekal mengerjakan ibadah, mendekatkan diri kepada Allah, berpaling dari kemegahan dan tidak menaruh perhatian terhadap dunia. Mereka zuhud dari dunia, meninggalkan apa yang tidak berguna sekalipun halal dan baik, menghindarkan diri dari kesenangan duniawi dan kemewahan lainnya.
Pendapat yang mengatakan bahwa tashawwuf Islam bersumber dari ajaran islam sendiri dapat dibuktikan dengan banyaknya ayat-ayat Al-Qur'an maupun Hadist Nabi yang mengajarkan umatnya untuk selalu mendekatkan dirinya kepada Allah, mencintai Allah dengan selalu berdzikir dan sebagainya. Oleh karena itu, apabila kita membaca, meneliti dan mengkaji Al-Qur'an secara cermat akan menjumpai ayat-ayat yang menjelaskan masalah ini.
Diantara ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadist-hadist Rasulullah yang menjadi dasar ajaran tashawwuf adalah antara lain sebagai berikut;
"Katakanlah; jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah akan mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Ali Imron; 31)
"Hai orang-orang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang" (QS. Al Ahzab; 41-42)
"Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo'a apabila ia berdo'a kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran" (QS. Al Baqarah; 185)
"Timur dan Barat adalah kepunyaan Allah, kemana saja kamu berpaling disitu ada wajah Allah" (QS. Al Baqarah 115)
"Telah kami ciptakan manusia dan kami tahu apa yang dibisikkan kepadanya. Kami lebih dekat kepada manusia dari pada pembuluh darah yang ada dilehernya" (QS. Qaf; 16)
"Bukanlah kamu, tapi Allah yang membunuh mereka dan bukanlah engkau yang melontar, tapi Allahlah yang melontar" (QS. Al Anfal; 17)
"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu sesungguhnya merekla berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan mereka" (QS. Al Fath; 10)
Selain ayat-ayat Al-Qur'an diatas terdapat pula hadist- hadist Rasulullah yang mengajarkan pada umatnya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah, mencintai-Nya dan selalu berdzikir kepada-Nya. Diantaranya adalah;
"Aku pada mulanya adalah harta yang tersembunyi kemudian aku ingin dikenal, maka kuciptakan makhluk dan melalui Aku merekapun mengenal pada-Ku" (Hadist Qudsi)
"Dari Abu Hurairah ra beliau berkata; Rasulullah bersabda; "Berfirman Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung; "Aku adalah menurut persangkaan hamba-Ku pada diri-Ku dan Aku besertanya ketika ia menyebut asma-Ku. Apabila ia menyebut-Ku pada dirinya secara sirri, maka Akupun akan menyebutnya dengan pahala dan rahmat secara rahasia. Andaikata ia menyebut-Ku pada suatu perkumpulan maka Akupun akan menyebutnya pada suatu perkumpulan yang lebih baik. Dan andai kata ia mendekat pada-Ku dengan sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta. Dan jika ia datang pada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang padanya dengan berlari cepat" (H.R Muslim)
"Dari Abu Hurairah ra. berkata; "Rasulullah bersabda;"sesungguhnya Allah telah berfirman; "Siapa yang memusuhi seorang kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang padanya. Dan tiada mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Kusukai darp pada menjalankan kewajibannya dan selalu seorang hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan melakukan sunah-sunah, sehingga kusukai, maka apabila Aku telah mengasihinya, Akulah yang menjadi pendengarannya dan penglihatannya, sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya dan apabila ia memohon kepada-Ku pasti Kukabulkan dan jika berlindung kepada-Ku pasti Kulindungi" (H.R Bukhari)
Demikian ayat-ayat Al- Qur'an dan hadist-hadist Rasulullah yang kami nukilkan sebagian untuk menguatkan keterangan bahwa tashawwuf Islam tumbuh dan berkembang dari pengaruh dan pancaran agama islam sendiri.
2 komentar:
ANDAIKAN SELURUH MANUSIA BERTASAWUF PASTI DUNIA AKAN DAMAI DALAM CINTA DAN SAYANG !!! OCE
justru Allah hanya menghendaki sedikit saja orang yang memahami tashawwuf, agar hujah Allah atas orang-orang yang ingkar menjadi nyata.............
Posting Komentar