Minggu, 04 Oktober 2009

Perubahan Fenomena Beragama Dan Kemenangan Hawa Nafsu

Wahai saudaraku, sesungguhnya aku telah merenungkan kondisi kita sekarang ini. Aku telah lama sekali memikirkan dan menganalisanya, ternyata hasil perenungan itu bahwa zaman kita sekarang ini adalah sebuah zaman yang sangat memprihatinkan. Nilai-nilai syariah keimanan telah banyak mengalami pegeseran, ajaran-ajaran islam dilanggar, fenomena beragama telah berubah drastis, batasan-batasan Allah telah diabaikan, kebenaran dan pengikutnya mulai sirna, serta kebatilan dan pengikutnya semakin berkembang.

Aku melihat ada fitnah besar yang tersusun secara sistematis yang akan merongrong hati manusia. Menurut pengamatanku, hawa nafsu telah memperoleh kemenangan, musuh semakin merajalela, kondisi jiwa terus melemah dan rasio tidak bisa lagi berfikir jernih. Praktek riya' menggejala dimana-mana dan urusan akhirat tidak lagi dipikirkan.
Kondisi manusia dan hati nurani mereka di masa kita sekarang ini sudah sangat berbeda dengan kaum salaf dan hati nurani mereka. Kami telah mendapatkan informasi bahwa sebagian sahabat ada yang berkata,"Seandainya ada salah seorang kaum salafush-shalih yang dihidupkan kembali dari kubur kemudian menyaksikan apa yang dikatakan oleh para qari' Kalian, pasti dia akan berkata kepada semua orang,"Mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman dengan hari hisab."
Hanya kepada Allah aku berkeluh kesah tentang perubahan dan pergeseran nilai yang menimpa kita semua. Aku telah mendengar bahwa Rasulullah bersabda,"Akan datang sebuah zaman pada manusia, dimana orang yang berpegang pada ajaran agamanya pada saat itu sama seperti orang yang sedang menggenggam bara api."
Rasulullah juga bersabda,"Orang yang berpegang teguh kepada sunahku di saat manusia merusaknya, akan mendapatkan pahala seratus orang syahid."
Ketika aku melihat bala' telah menimpa batasan-batasan agama, fitnah mengepung di sekitar kita dan hawa nafsu telah dijadikan sebagai panutan, maka aku sangat khawatir kalau semuanya akan segera berakhir, karena aku telah mendengar berita bahwa akan ada orang yang dicabut imannya namun dia tidak menyadari hal itu. Sesungguhnya juga akan dia yakini, namun ketika dia kembali pulang, agama itu tidak lagi bersama dengannya.
Oleh karena itulah aku merasa perlu untuk menjelaskan permasalahan ini. Apabila kita tidak mampu untuk melaksanakan semua yang diperintahkan kepada kita, maka hendaknya kita tidak meninggalkan semuanya. Karena jika itu sampai terjadi, maka kita pun akan hancur selama-lamanya.
Wahai saudara-saudaraku, dekatkanlah diri kalian kepada Allah. Jangan pernah kalian meninggalkan seluruh kebaikan, dan jangan juga menanggalkan seluruh jerih payah kalian untuk mengerjakan seluruh keburukan. Janganlah kalian menghindari kebenaran karena menuruti dorongan hawa nafsu. Jangan sekali-kali kalian meremehkan perintah-perintah Allah, dan jangan pernah secara demontratif menunjukkan sikap pertentangan kalian (kepada ajaran agama). Tetaplah berpegang kepada perintah yang diwajibkan Allah dari sekian banyak yang difardhukan kepada kalian sekalipun sedikit, karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang diberi toleransi untuk mengabaikan perintah Allah. Sebab berpegang pada sedikit kebenaran akan lebih baik dari pada meninggalkan seluruhnya. Kami sendiri telah mendengar Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya:"Setelah generasi kalian akan datang sebuah kaum. Seandainya mereka telah berpegang teguh pada sepersepuluh dari prinsip yang kalian pegangi sekarang ini, pasti mereka akan selamat."
Pikirkanlah dengan seksama yang telah aku katakan kepada kalian. Karena yang aku katakan itu hanya hal mendesak untuk disampaikan. Aku sangat khawatir akan terjadi kehancuran, jika hal tersebut diabaikan. Namun aku tetap berharap agar Dzat Yang Maha Dermawan memberikan ampunan dengan keutamaan-Nya.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

ciri2 seperti apakah orang yg dicabut imannya tp dia tidak menyadarinya.. .? wahai hamba yg dimuliakan allah. . .?

Abu Shony mengatakan...

contoh orang yang dicabut imannya tanpa menyadari hal tersebut adalah orang yang memecahkan masalahnya dengan berhukum kepada selain Allah da Rasulnya. Atau orang yang tida bisa menerima dengan lapang dada putusan yang diberikan Allah SWT. Sedang contoh orang yang keluar dari rumahnya dengan membawa serta agamanya namun ketika pulang agama itu tak lagi bersamanya adalah orang yang rela menjual agama Allah dan menggantinya dengan materi dunia yang sangat sedikit...........silahkan dilihat disekeliling kita!