Selasa, 05 Januari 2010

Ujian Petaka Bagi Orang Mukmin

Nabi Saw. bersabda;

"Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa kekasih-Nya, akan tetapi Dia hanya sekedar mengujinya"

Bagi seorang mukmin sejati, sudah sangat jelas bahwasanya Allah tak akan mengujinya dengan sesuatu kecuali demi sebuah kemaslahatan yang menggiring di belakangnya, baik di dunia maupun di akhirat. Seorang mukmin bersikap ridha menerima bala cobaan dan sabar menghadapinya tanpa merutuk keluhan dan tudingan pada Tuhannya. Seorang mukmin senantiasa oleh Tuhannya dengan bala dan cobaan.

Bagi orang yang lebih sibuk dengan dunia, lebih baik untuk tidak berbicara mengenai maqamat-maqamat ini. Sebab mereka hanya berbicara dengan mulut semata, bukan dengan segenap hati. Mereka sebenarnya menentang Allah, firman-Nya para nabi dan para pengikut-pengikutnya yang sesungguhnya merupakan pengganti dan pewaris mereka. Mereka menentang takdir dan Qudrah, mereka lebih puas menerima pemberian makhluk dari pada anugerah Allah dan pemberian-Nya.

Wahai saudaraku! Ikutilah hingga kelak kalian akan diikuti dan layanilah hingga kelak kalian akan di layani. Ikuti dan layani adalah hal-hal yang utama dan bernilai hingga mereka akan mengikuti dan melayani kalian. Rendahkanlah diri kalian di hadapannya hingga ia merendah di hadapanmu.

Amal kalian adalah buruh kalian, Allah tidak akan pernah Zalim kepada hamba-Nya, bahkan Dia akan membalas yang sedikit dengan banyak. Dia tidak mungkin menyebut rusak kepada yang baik, dan tak akan mungkin menyebut pembohong kepada yang jujur.

Layanilah al-Haqq Azza Wa Jalla dan jangan sampai kalian melayani para penguasa yang sama sekali tidak memberikan bahaya dan manfaat apa-apa. Apa yang bisa mereka berikan pada kalian? apakah mereka bisa memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh-Nya? atau apakah mereka bisa membagikan sesuatu yang tidak bisa dibagikan oleh-Nya? Sungguh! tidak ada sesuatupun dari mereka. Tidakkah kalian mengetahui bahwa tiada penganugerah dan penolak, pemberi bahaya dan manfaat, pendahulu dan pengakhir kecuali hanya Allah 'Azza Wa Jalla semata? Jika kalian berkata; "Aku sudah mengetahui hal itu!" Maka aku tanyakan pada kalian; "Bagaimana bisa jika sudah mengetahui hal tersebut, lalu kalian memprioritaskan selain-Nya?"

Saudaraku, janganlah merusak akhirat kalian hanya karena keduniaan, janganlah merusak ketaatan pada junjungan kalian dengan ketundukan pada hawa nafsu, setan dan manusia. Janganlah merusak ketaqwaan kalian dengan berkeluh kesah pada selain-Nya. Sebab sesungguhnya Allah menjaga orang-orang yang bertaqwa dan memenangkan mereka, mengawal dan mengajar mereka serta memaklumkan mereka akan diri-Nya, juga membimbing dan menyelamatkan mereka dari lubang-lubang kerusakan, menelisik hati mereka dan memberi anugerah rezeki dari sumber-sumber yang tidak mereka sadari.

Nabi Saw. bersabda;

"Jika seorang hamba mengunci pintu-pintunya, menurunkan satir-satirnya, bersembunyi dari manusia, dan menyepi diri dengan bermaksiat kepada Allah, maka Allah berkata (kepadanya), `Hai anak Adam, kau jadikan Aku selemah-lemahnya orang yang menyaksikanmu?"

Tidak ada komentar: