Orang yang riya' adalah orang yang berpakaian bersih, namun berhati kotor. Ia berzuhud menjauhi hal-hal yang diperbolehkan (al-mubahat) dan malas berusaha. Boroknya memang tersimpan rapat dihadapan kaum awam, namun sesungguhnya terbongkar di hadapan kaum Khawwashsh. Kezuhudan dan ketaatannya hanya tampilan luar semata. Lahirnya ia memang pemakmur rumah Allah, namun batinnya bobrok. Celakalah dirimu! ketaatan kepada Allah itu dengan hati (qalb), bukan dengan formalitas kata dan laku (qalib). Semua itu terkait dengan hati nurani dan dimensi maknawi.
lisanmu wara' namun hatimu durjana. Lisanmu merangkai puji Allah, namun hatimu menentangnya. Penampilan lahirmu seorang mukmin, namun batinmu munafik. Lahirmu pengesa, namun batinmu penyekutu. Zuhudmu hanya aksesoris luar saja. Agamamu hanya hiasan lahirmu saja sedang batinmu kotor seperti pakaian putih yang ada di tempat sampah.
Telanjangilah dirimu dengan segala yang ada pada dirimu, sehinga Allah akan memakaikan pakaian yang tak pernah tergantikan karena rusak. Tanggalkanlah pakaianmu, hingga Dia yang akan membungkusmu dengan pakaian-Nya. Tanggalkanlah baju kemalasanmu dalam menunaikan hak Allah 'Azza Wa Jalla. Tanggalkanlah baju keterkaitanmu dengan makhluk dan kesyirikanmu dengan mereka. Tanggalkanlah baju syahwat, ujub, hipokritas, dan juga kecintaanmu diterima manusia dan sambutan berupa pujian serta hadiah pembereian mereka padamu. Tanggalkanlah diri dari daya upaya dan kekuatanmu. Lemparkanlah dirimu kepada al-Haqq 'Azza WaJalla tanpa daya keterikatan pada sarana, juga persekutuan dengan makhluk apa pun.
Jika engkau lakukan semua ini, niscaya engkau akan melihat tangan-tangan kelembutan-Nya menjemputmu, kasih-Nya akan memelukmu, serta nikmat dan anugerah-Nya membungkus dan merengkuhmu kedalam-Nya. Larilah menuju-Nya. Tuju Dia dengan telanjang tanpa dirimu. Berjalanlah menuju-Nya sendirian dan terpisah dengan selain-Nya. Melengganglah menuju-Nya secara berpencar, hingga Dia menghimpun dan mengantarkanmu dengan kekuatan lahir dan batinmu. Meski seluruh alam kosmos tertutup untukmu dan segala beban ditumpahkan dipundakmu, semua itu tak akan membahayakanmu, melainkan Dia akan senantiasa menjaga dan memeliharamu didalam lindungan-Nya.
Barang siapa yang memfanakan makhluk dengan kuasa tauhid pengesaan-Nya, juga memfanakan dunia dengan kuasa asketisme-Nya, kemudian memfanakan segala selain tuhannya dengan kuasa hasrat cinta-Nya, maka kesalehan dan kesuksesannya telah sempurna dan ia berhak mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat. Oleh karena itu matikanlah nafsu diri, hawa kesenangan, setan pembujukmu sebelum kamu mati. Meninggallah seperti orang yang khashsh sebelum meninggal seperti orang awam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar