Selasa, 29 Desember 2009

Layakkah Kalian Takabur?

Kalaupun kaum saleh sibuk bekerja keras, itu hanyalah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi orang lain. Mereka adalah orang yang mendapatkan hibah dan menghibahkan. Mereka mendapatkan hibah berupa kemurahan Allah dan rahmat-Nya, untuk kemudian dihibahkan kembali kepada fakir miskin yang hidup tercekik. Mereka membayarkan hutang para kreditor yang tak mampu membayarnya. Mereka adalah raja, namun bukan raja dunia, sebab raja dunia mendapat karunia, tetapi tidak mau berhibah.

Kaum saleh sensitif dengan sesuatu yang ada (maujud) dan menunggu sesuatu yang hilang (al-mafqud), serta mengambil bagian dunia langsung dari tangan al-Haqq 'Azza wa Jalla, bukan dari makhluk. Usaha fisik maupun hati mereka, didedikasikan untuk kepentingan manusia dan mereka berinfaq karena Allah, bukan karena tendensi nafsu, juga bukan karena ingin dipuji atau di sanjung.

Jauhilah sikap sombong dihadapan Allah dan dihadapan manusia, sebab kesombongan merupakan perangai kaum jababirah yang mukanya dijungkir oleh Allah ditengah kobaran api neraka jahanam. Jika Adzan dikumandangkan dan kau tidak menjawabnya dengan segera menunaikan shalat, maka kau telah berlaku sombong dan arogan kepada-Nya. Bertaubatlah kepada-Nya dan tulus ikhlaslah dalam bertaubat sebelum Dia membinasakanmu dengan makhluk yang terlemah sebagaimana Dia membinasakan raja Namrudz dengan mamasukkan lalat ditelingannya. Manakala mereka sombong dan merasa besar dihadapan Allah, maka Dia menistakan setelah memuliakannya, Dia miskinkan mereka setelah mengayakannya, Dia deritakan mereka setelah memakmurkannya dan Dia matikan mereka setelah menghidupkannya. Karena itulah jadilah kaum yang bertaqwa.

Syirik bisa terjadi dalam lahir dan batin. Syirik lahir adalah menyembah berhala, sementara syirik batin adalah baerpasrah diri pada makhluk dan memandang mereka berperan dalam mudharat dan manfaat.

Ada diantara manusia yang memiliki kekayaan dunia di tangannya, namun ia tak mencintainya, memiliki dunia namun dunia tak memilikinya, diburu dunia namun ia tak bergeming memburunya, mengeksploitasi dunia namun ia tak mengeksploitasinya dab membagi-bagi dunia namun dunia tak mampu membagi-bagi dirinya. Hati hamba yang demikian begitu saleh hanya untuk Allah swt. dan dunia tak kuasa untuk merusaknya. Ia bebas bertindak terhadapnya tanpa dunia mampu bertindak atasnya. Tentang ini Nabi saw pernah bersabda;

"Sebaik-baiknya harta adalah milik hamba yang saleh"

Seolah beliau ingin mengatakan, "Tidak ada kebaikan didunia kecuali bagi orang yang mengatakan begini dan begini" seraya mengisyaratkan bahwa ia menyebar-nyebarkan harta tersebut dengan tangannya sendiri kepada jalan kebajikan dan kemaslahatan. Tinggalkanlah dunia ditangan kalian untuk kemaslahatan "anak-anak" tanggungan al-Haqq dan keluarkanlah dunia dari hati kalian. Tentu hal ini tidak akan menjadikan mudarat bagi kalian dan kalian pun tidak akan kehilangan kenikmatannya. Sebentar lagi, kalian akan pergi dan ia pun akan pergi juga menyusul kalian.

Wahai saudaraku! Janganlah merasa cukup dengan pendapatmu sendiri hinga engkau tak lagi membutuhkan pendapat orang lain, sungguh itu akan membuat kalian tersesat. Jika kalian sudah merasa cukup dengan pendapat sendiri, maka sesungguhnya kalian telah mengharamkan hidayah dan perlindungan (himayah) atas kalian, sebab kalian tidak mau mencarinya dan tidak pula masuk dalam lingkaran sarananya. Jika kalian mengatakan "Aku tidak membutuhkan ilmu para ulama" itu karena kalian merasa memiliki ilmu, tetapi manakah amal nyatanya? Sesungguhnya kesahihan pengakuan atas ilmu hanya bisa dijelaskan dengan realisasi amal dan keikhlasan, serta sabar menghadapi bala' dan cobaan namun kalan tidak berubah-ubah, juga tidak takut apalagi mengeluh pada makhluk.

Sesungguhnya kalian buta, bagaimana bisa mengklaim kalian melihat? Sesungguhnya kalian tidak paham, lalu bagaimana bisa kalian mengaku paham? Bertaubatlah atas pengakuan-pengakuan bohong atas nama Allah 'Azza Wa Jalla. Berpalinglah dari segala sesuatu hanya carilah Sang Pencipta yang hakiki. Jangan ikuti orang yang hancur binasa. Kalian harus mengarantina nafsu sampai tenang dan mampu mengenal Tuhannya. Baru setelahnya kalian boleh menoleh pada selain-Nya. Seriuslah menginginkan-Nya. Mohonlah persandingan-Nya didunia dan diakhirat. Kalian juga harus bertaqwa dan menyendiri dari selain-Nya. Janganlah menempatkan nafsu pada sesuatu kecuali atas dasar perintah dan larangan, karena Dialah yang akan menempatkan kalian didalamnya.

Beruntunglah jika diantara kalian ada yang memiliki sebiji sawi keikhlasan, sebiji sawi ketaqwaan, sebiji sawi kesabaran dan kesyukuran.

Tidak ada komentar: